BJB FEBRUARI 2026

Serang Mengaji Fasilitasi Siswa Non Muslim

Serang Mengaji Fasilitasi Siswa Non Muslim

Ribuan siswa se-Kota Serang mengikuti launching program Serang Mengaji di Alun-Alun Barat Kota Serang, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar launching program Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 H di Alun-Alun Ba­rat Kota Serang, Jumat (13/2). Kegiatan yang melibat­kan seluruh jajaran pemerin­tah daerah itu menegaskan komitmen pelaksanaan pro­gram secara inklusif, ter­masuk memfasilitasi siswa non mus­lim di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan program tersebut tidak bersifat eksklusif. Seluruh siswa tetap mendapatkan pembelajaran agama tanpa diskriminasi.

“Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Mus­lim. Siswa non muslim juga difasilitasi untuk meng­ikuti pembelajaran agama sesuai keyakinannya,” ujar Nuri.

Menurutnya, Dindikbud telah menggelar rapat bersama se­jumlah sekolah yang me­miliki siswa non muslim. Se­kolah didorong memfasilitasi pembelajaran kitab suci sesuai agama masing-masing dengan pendampingan guru atau pembimbing keagamaan.

Ia menjelaskan, istilah “me­ngaji” dalam program tersebut tidak dimaknai terbatas pada Al-Qur’an. Mengaji juga berarti mempelajari kitab suci sesuai agama masing-masing.

“Launching memang difo­kus­kan pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Namun secara inklusif, siswa non muslim tetap didorong belajar kitab suci sesuai agamanya di sekolah,” katanya.

Di sekolah negeri, pem­biasaan belajar dilaksanakan pukul 07.00 hingga 07.30 WIB. Siswa non muslim mengikuti pembelajaran agama sesuai keyakinannya.

“Contohnya di salah satu SD negeri, terdapat tiga hingga lima siswa non muslim. Saat siswa muslim membaca Al-Qur’an, siswa non muslim membaca kitab atau mempe­lajari ajaran agamanya. Seko­lah menyiapkan bahan pem­belajaran yang sesuai,” jelasnya.

Nuri mengakui, saat ini be­lum tersedia guru agama non Islam secara khusus di sekolah negeri. Namun jumlah siswa non muslim relatif sedikit, rata-rata lima hingga tujuh orang per sekolah. Jika ke­butuhan meningkat, Dindik­bud akan menyiapkan skema pemenuhannya.

Ia menegaskan, Serang Me­ngaji menjadi momentum memperkuat toleransi di lingkungan pendidikan.

“Kota Serang memberi ruang yang sama bagi seluruh umat ber­agama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menyatakan pro­gram Serang Mengaji meru­pakan investasi berkelanjutan yang berdampak pada kehi­dupan sosial dan spiritual masyarakat. 

Ia meminta selu­ruh jajaran pemerintah, mulai dari kepala OPD, camat, lurah, hingga staf ahli, terlibat aktif agar program tersebut me­njang­kau hingga tingkat lingkungan.

“Ini menjadi investasi dunia dan akhirat. Pastikan Serang Mengaji menjangkau lapisan masyarakat paling bawah,” ujarnya.

Sumber: