Serang Mengaji Fasilitasi Siswa Non Muslim
Ribuan siswa se-Kota Serang mengikuti launching program Serang Mengaji di Alun-Alun Barat Kota Serang, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar launching program Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 H di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (13/2). Kegiatan yang melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah itu menegaskan komitmen pelaksanaan program secara inklusif, termasuk memfasilitasi siswa non muslim di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan program tersebut tidak bersifat eksklusif. Seluruh siswa tetap mendapatkan pembelajaran agama tanpa diskriminasi.
“Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim. Siswa non muslim juga difasilitasi untuk mengikuti pembelajaran agama sesuai keyakinannya,” ujar Nuri.
Menurutnya, Dindikbud telah menggelar rapat bersama sejumlah sekolah yang memiliki siswa non muslim. Sekolah didorong memfasilitasi pembelajaran kitab suci sesuai agama masing-masing dengan pendampingan guru atau pembimbing keagamaan.
Ia menjelaskan, istilah “mengaji” dalam program tersebut tidak dimaknai terbatas pada Al-Qur’an. Mengaji juga berarti mempelajari kitab suci sesuai agama masing-masing.
“Launching memang difokuskan pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Namun secara inklusif, siswa non muslim tetap didorong belajar kitab suci sesuai agamanya di sekolah,” katanya.
Di sekolah negeri, pembiasaan belajar dilaksanakan pukul 07.00 hingga 07.30 WIB. Siswa non muslim mengikuti pembelajaran agama sesuai keyakinannya.
“Contohnya di salah satu SD negeri, terdapat tiga hingga lima siswa non muslim. Saat siswa muslim membaca Al-Qur’an, siswa non muslim membaca kitab atau mempelajari ajaran agamanya. Sekolah menyiapkan bahan pembelajaran yang sesuai,” jelasnya.
Nuri mengakui, saat ini belum tersedia guru agama non Islam secara khusus di sekolah negeri. Namun jumlah siswa non muslim relatif sedikit, rata-rata lima hingga tujuh orang per sekolah. Jika kebutuhan meningkat, Dindikbud akan menyiapkan skema pemenuhannya.
Ia menegaskan, Serang Mengaji menjadi momentum memperkuat toleransi di lingkungan pendidikan.
“Kota Serang memberi ruang yang sama bagi seluruh umat beragama,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menyatakan program Serang Mengaji merupakan investasi berkelanjutan yang berdampak pada kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari kepala OPD, camat, lurah, hingga staf ahli, terlibat aktif agar program tersebut menjangkau hingga tingkat lingkungan.
“Ini menjadi investasi dunia dan akhirat. Pastikan Serang Mengaji menjangkau lapisan masyarakat paling bawah,” ujarnya.
Sumber:

