BJB NOVEMBER 2025

Program Serang Mengaji Segera Diluncurkan

Program Serang Mengaji Segera Diluncurkan

Rapat persiapan peluncuran program Serang Mengaji yang akan digelar pada 13 Februari 2026, menjelang datangnya bulan suci Ramadan di Puspemkot Serang, Jumat (30/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mematangkan persiapan peluncuran program Serang Mengaji yang akan digelar pada 13 Februari 2026, menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk gebyar tersebut ditargetkan melibatkan lebih dari 10 ribu pe­serta dari berbagai unsur ma­syarakat.

Asisten Daerah I Kota Serang, Subagyo, menjelaskan bahwa saat ini panitia tengah merampungkan sejumlah aspek teknis, mulai dari kepastian lokasi, waktu pelak­sanaan, hingga skema pengamanan agar kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Menurutnya, Alun-alun Kota Serang menjadi pilihan utama karena dinilai representatif untuk menampung ribuan peserta. Selain memiliki kapasitas memadai, lokasi tersebut juga lebih mudah dalam pengaturan arus lalu lintas serta pengamanan. Opsi lain yang turut dipertimbangkan adalah Masjid Agung Ats-Tsauroh.

“Pesertanya diperkirakan men­capai 10 ribu orang. Aspek keaman­an tentu menjadi prioritas utama, terutama jika kegiatan digelar di ruang terbuka,” ujarnya, Jumat (30/1).

Dari sisi pembiayaan, kegiatan ini tidak dibebankan pada Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pelaksanaannya akan didukung melalui kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi lembaga dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap syiar Al-Qur’an.

Rangkaian acara diren­canakan meliputi pawai, gerakan One Man One Juz, hingga pengukuhan pengurus Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji. Peluncuran program tersebut dijadwalkan dihadiri Wali Kota Serang dan Gubernur Banten.

Panitia juga masih mengkaji waktu pelaksanaan, apakah sore atau malam hari. Pertimbangan utama menyangkut keterlibatan pelajar SMP, madrasah, serta santri pesantren, sekaligus faktor keamanan.

Ketua Satgas Serang Mengaji, Enting Abdul Karim, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sebatas seremoni. Launching akan dirangkai dengan tausiyah serta khataman Al-Qur’an. Setiap peserta ditargetkan membaca satu juz, sehingga dalam satu kelompok berisi 30 orang dapat menuntaskan satu kali khatam dalam sehari.

Ia berharap, program ini mampu menghidupkan kembali tradisi mengaji di tengah masyarakat. Tidak hanya di masjid, tetapi juga di rumah, sekolah, pesantren, hingga lingkungan perkantoran.

"Tujuan akhirnya bagaimana mengaji ini menjadi budaya kita bersama. Dulu selepas magrib masjid penuh, di rumah-rumah ada guru ngaji, di sekolah dan kantor juga ada kegiatan mengaji. Itu yang ingin kita hidupkan kembali,” katanya.

Berdasarkan data sementara, peserta berasal dari Dinas Pendidikan sekitar 6.000 orang, Kementerian Agama 2.000 orang, santri pesantren 2.000 orang, serta masyarakat umum. Dengan keterlibatan lintas elemen tersebut, Serang Mengaji diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda menjelang Ramadan. (ald)

Sumber: