SDN Ciputat Kembali Terendam
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat meninjau banjir di SDN Ciputat, Kota Serang.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Banjir kembali menggenangi SDN Ciputat di Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung ke lokasi sekolah, Kamis (29/1), untuk memastikan penyebab banjir sekaligus menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.
Sekolah yang berada di Jalan Warung Jaud itu memang kerap terdampak genangan setiap kali hujan turun. Dari hasil peninjauan, air diketahui meluap dari aliran kali yang berada tepat di belakang sekolah. Kondisi tersebut diperparah dengan belum tersedianya saluran drainase di bagian depan bangunan.
“SDN Ciputat ini memang sering jadi langganan banjir. Di belakang ada aliran air, sementara di depan tidak ada drainase,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Ia mengungkapkan, rencana pembangunan drainase sebenarnya telah disiapkan sejak lama, namun sempat tertunda karena adanya penolakan dari warga sekitar. Setelah dilakukan pendekatan dan komunikasi, warga kini menyetujui rencana tersebut.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada persetujuan. Ini jadi pintu masuk untuk penanganan yang lebih serius,” katanya.
Pemkot Serang, lanjut Budi, akan menyiapkan penanganan banjir secara menyeluruh. Selain pembangunan drainase, pemerintah juga mempertimbangkan opsi meninggikan bangunan sekolah agar tidak kembali terdampak banjir di masa mendatang.
“Kita akan buat perencanaannya. Sekolahnya akan ditinggikan supaya ke depan tidak banjir lagi. Tapi tentu harus mengikuti mekanisme dan aturan anggaran,” jelasnya.
Budi menegaskan, pembangunan SDN Ciputat akan menjadi prioritas Pemkot Serang karena menyangkut kelangsungan layanan pendidikan. Ia menargetkan realisasi pembangunan dapat dilakukan paling lambat tahun depan, dengan kemungkinan dipercepat jika kondisi anggaran memungkinkan.
“Kalau bisa dimasukkan tahun ini akan kita upayakan. Kalau tidak, maksimal tahun depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri menyampaikan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperbaiki sistem drainase dan membangun tanggul penahan air di area belakang sekolah.
“Sesuai arahan Pak Wali, drainase akan dibenahi terlebih dahulu. Di bagian belakang juga akan dibangun benteng agar air dari sungai tidak masuk ke ruang kelas,” kata Nuri.
Ia menjelaskan, banjir sebelumnya terjadi akibat rembesan air sungai yang meluap ke area sekolah. Untuk sementara, pembangunan tanggul dinilai menjadi solusi paling memungkinkan sebelum rencana peninggian bangunan direalisasikan.
Akibat banjir tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan sementara karena kondisi ruang kelas tidak memungkinkan digunakan.
“Hari ini KBM diliburkan. Kita targetkan Senin sudah bisa kembali belajar tatap muka,” ujarnya.
Sumber:

