Pemkot Targetkan Lulusan SMP Melek Al-Qur’an
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat memimpin rapat persiapan Gebyar Serang Mengaji dan Tarhib Ramadhan 1447 H/2026 M di Ruang Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Jumat (23/1).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menegaskan komitmennya menuntaskan buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar. Melalui program Serang Mengaji, Pemkot menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Kota Serang sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik mulai tahun 2026.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan program Serang Mengaji menjadi salah satu instrumen utama dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berkarakter. Program tersebut akan resmi diluncurkan pada 14 Februari 2026, sekaligus memasuki momentum menyambut bulan suci Ramadan.
Menurut Budi, Serang Mengaji dirancang adaptif dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi digital khusus yang dapat diunduh masyarakat secara luas. Aplikasi ini memungkinkan proses pembelajaran Al-Qur’an dilakukan secara fleksibel, termasuk bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.
“Melalui aplikasi ini, proses belajar mengaji bisa dimonitor. Bahkan disiapkan reward sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna yang aktif memanfaatkan aplikasi tersebut,” ujarnya usai rapat persiapan Gebyar Serang Mengaji dan Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M di Ruang Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, aplikasi Serang Mengaji juga dilengkapi fitur Tutorial Online (Tuton) yang dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang kompeten. Pola pembelajaran dibuat menyerupai layanan privat sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
“Di dalam aplikasi nantinya tersedia ustadz dan ustadzah yang memandu secara tutorial online, termasuk koreksi bacaan bagi yang masih kurang tepat,” jelasnya.
Budi berharap, kehadiran platform digital ini mampu menjangkau masyarakat yang selama ini terkendala kesibukan maupun rasa minder untuk belajar mengaji secara langsung.
Ia menegaskan, Serang Mengaji merupakan bagian dari ikhtiar Pemkot dalam menuntaskan melek aksara Al-Qur’an sekaligus implementasi visi dan misi kepemimpinannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri menuturkan bahwa program Kota Serang Mengaji dilaksanakan melalui dua skema utama.
Pertama, melalui satuan pendidikan lewat program Sekolah Mengaji, dan kedua melalui Maghrib Mengaji yang dikoordinasikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Program Sekolah Mengaji sebenarnya sudah kami jalankan jauh sebelum ini. Sejak 5 September lalu, kami menetapkan target agar siswa kelas IX SMP sudah mampu membaca Al-Qur’an,” ujar Nuri.
Dari hasil pendataan awal, kata dia, terdapat sekitar 1.600 siswa SMP yang belum bisa mengaji. Namun setelah dilakukan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 860 siswa, dan hingga kini terus dituntaskan.
Sebagai penguatan program, Pemkot Serang juga menyiapkan peluncuran Kota Serang Mengaji yang melibatkan ribuan peserta didik. Sekitar 6.000 siswa SMP, 2.000 siswa MTs dan Aliyah, serta 2.000 santri pondok pesantren akan terlibat sebagai bagian dari momentum penguatan salah satu dari 13 program prioritas Wali Kota Serang.
Terkait kesejahteraan tenaga pengajar, Nuri menambahkan bahwa skema insentif guru ngaji saat ini masih dalam tahap formulasi dan direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Sumber:

