BJB NOVEMBER 2025

Pemkot Targetkan Lulusan SMP Melek Al-Qur’an

Pemkot Targetkan Lulusan SMP Melek Al-Qur’an

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat memimpin rapat persiapan Gebyar Serang Mengaji dan Tarhib Ramadhan 1447 H/2026 M di Ruang Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Jumat (23/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pem­kot) Serang menegaskan ko­mitmennya menuntaskan buta aksara Al-Qur’an di kala­ngan pe­lajar. Melalui program Serang Mengaji, Pemkot me­nar­getkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Kota Serang sudah mampu mem­baca Al-Qur’an dengan baik mulai tahun 2026.

Wali Kota Serang, Budi Rus­tan­di, mengatakan program Serang Me­ngaji menjadi salah satu instrumen utama dalam mewujudkan visi pem­ba­ngunan sumber daya ma­nusia yang religius dan berkarakter. Program tersebut akan resmi diluncurkan pada 14 Februari 2026, sekaligus memasuki mo­mentum menyambut bulan suci Ramadan.

Menurut Budi, Serang Me­ngaji dirancang adaptif dengan per­kembangan teknologi. Sa­lah sa­tunya melalui peman­faatan ap­likasi digital khusus yang dapat diunduh masya­rakat secara luas. Aplikasi ini memungkinkan proses pem­belajaran Al-Qur’an dilakukan secara fleksibel, termasuk bagi masyarakat yang memiliki ke­terbatasan waktu.

“Melalui aplikasi ini, proses belajar mengaji bisa dimonitor. Bahkan disiapkan reward sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna yang aktif me­man­faatkan aplikasi tersebut,” ujarnya  usai rapat persiapan Gebyar Serang Mengaji dan Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M di Ruang Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, aplikasi Serang Mengaji juga dilengkapi fitur Tutorial Online (Tuton) yang dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang kompeten. Pola pembelajaran dibuat menye­rupai layanan privat sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

“Di dalam aplikasi nantinya tersedia ustadz dan ustadzah yang memandu secara tutorial online, termasuk koreksi ba­caan bagi yang masih kurang tepat,” jelasnya.

Budi berharap, kehadiran plat­form digital ini mampu menjang­kau masyarakat yang selama ini terkendala kesi­bukan maupun rasa minder untuk belajar mengaji secara langsung.

Ia menegaskan, Serang Me­ngaji merupakan bagian dari ikhtiar Pemkot dalam me­nuntaskan melek aksara Al-Qur’an sekaligus im­ple­mentasi visi dan misi kepe­mim­pin­annya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri me­nuturkan bahwa program Kota Serang Mengaji dilaksa­nakan melalui dua skema utama. 

Pertama, melalui satuan pen­didikan lewat program Sekolah Mengaji, dan kedua melalui Maghrib Mengaji yang dikoor­dinasikan oleh Bagian Kesejah­teraan Rakyat (Kesra). 

“Program Sekolah Mengaji sebe­narnya sudah kami jalankan jauh sebelum ini. Sejak 5 September lalu, kami menetapkan target agar siswa kelas IX SMP sudah mampu membaca Al-Qur’an,” ujar Nuri.

Dari hasil pendataan awal, kata dia, terdapat sekitar 1.600 siswa SMP yang belum bisa mengaji. Namun setelah dilakukan pen­dampingan dan evaluasi ber­kelanjutan, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 860 siswa, dan hingga kini terus dituntaskan.

Sebagai penguatan program, Pemkot Serang juga me­nyiap­kan peluncuran Kota Serang Mengaji yang melibatkan ribuan peserta didik. Sekitar 6.000 siswa SMP, 2.000 siswa MTs dan Aliyah, serta 2.000 santri pondok pesantren akan terlibat sebagai bagian dari momentum penguatan salah satu dari 13 program prioritas Wali Kota Serang.

Terkait kesejahteraan tenaga pengajar, Nuri menambahkan bahwa skema insentif guru ngaji saat ini masih dalam tahap for­mulasi dan direnca­nakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

Sumber: