BJB FEBRUARI 2026

Bangli Jadi Pemicu Banjir Meluas

Bangli Jadi Pemicu Banjir Meluas

Runtuhan bangunan liar yang sudah ditertibkan di wilayah Kroya, Kecamatan Kasemen beberapa waktu lalu. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Sekretaris Dae­rah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mene­gaskan bangunan liar (bang­li) yang berdiri di atas saluran air dan sempadan sungai menjadi salah satu penyebab meluasnya banjir di Kota Serang, khususnya di Keca­matan Serang dan Cipocok.

Menurut Nanang, sejumlah aliran air terganggu karena tertutup bangunan yang tidak sesuai peruntukan. Akibat­nya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak mengalir optimal dan meluap ke permukiman warga. 

“Masalah banjir yang mulai meluas di Kecamatan Serang dan Cipocok menjadi per­hati­an. Banyak aliran air yang terganggu karena ba­ngunan liar yang menutup hak aliran air,” ujarnya, Rabu (11/2).

Ia mengatakan, Pemkot Serang telah melakukan penertiban di beberapa titik rawan, di antaranya Suka­dana dan Kroya. Meski sem­pat mendapat penolakan, proses pembongkaran ber­jalan kondusif setelah dila­kukan pendekatan persuasif.

“Awalnya memang ada pe­­nolakan, tetapi kami ins­truk­sikan agar penertiban dilaku­kan secara persuasif dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” katanya.

Nanang menjelaskan, pe­nanganan bangli dilakukan melalui tiga tahapan, yakni sosialisasi kepada warga, pemberian insentif relokasi, serta penegakan hukum apa­bila imbauan tidak diindahkan.

Sebagai solusi, Pemkot Se­rang menyiapkan hunian sementara di rumah susun Margaluyu bagi warga ter­dampak pembongkaran. Warga yang direlokasi di­bebaskan dari biaya sewa selama dua tahun.

“Kami siapkan rusun di Mar­ga­luyu dan diberikan bebas sewa dua tahun agar masya­rakat tidak terbebani,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pena­taan Ruang (DPUPR) Kota Serang Iwan Sunardi men­jelaskan, dari hasil pemetaan wilayah, terdapat penyempitan saluran air akibat sedimentasi dan keberadaan bangunan liar di pesisir sungai. 

“Kalau permasalahan banjir, selain karena hujan deras, kami temukan juga limpasan dari irigasi sungai Cibanten yang tidak tertampung optimal karena ada bangunan liar juga,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya akan melakukan normalisasi sungai ber­kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Dengan rincian tugas, pihak Pemprov Banten akan me­normalisasi irigasi sungai Cibanten, sementara Pemkot Serang bertanggung jawab melakukan penertiban ba­ngunan yang menghambat aliran air. 

“Wilayahnya di sepanjang Kecamatan Serang meliputi Kelurahan Cimuncang, Kota Baru, Lopang, dan Unyur”, katanya. (ald)

Sumber: