BJB NOVEMBER 2025

Warga Sekitar TPSA Cilowong Soroti Bau dan Lingkungan

Warga Sekitar TPSA Cilowong Soroti Bau dan Lingkungan

TPSA CILOWONG: Kondisi TPSA Cilowong, Kota Serang dilihat dari atas.(Dok for Tangerang Ekspres)--

Untuk kerja sama saat ini, Edi meminta agar pemerintah benar-benar memperhatikan kompensasi warga, perbaikan infrastruktur lingkungan, pemberdayaan tenaga kerja lokal, hingga bantuan bagi fasilitas sosial dan keagamaan. “Kompensasi harus jelas, tenaga kerja harus dari warga sekitar, dan bantuan sosial harus rutin. Intinya, masyarakat jangan hanya jadi penonton,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menegaskan bahwa kerja sama dengan Tangsel saat ini masih berada pada tahap awal dan belum masuk pada pembahasan teknis secara rinci. “Untuk kerja sama ini, saat ini baru pada tahap MoU atau persetujuan awal. Teknis pelaksanaannya nanti masih akan dibahas lebih lanjut,” kata Farach.

Ia menjelaskan, rincian kerja sama, termasuk nilai dan skema pelaksanaannya, masih dalam proses pembahasan dan penyesuaian dengan kemampuan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Terkait nilai kerja sama, saat ini masih dalam tahap pembahasan. Angkanya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses diskusi dan evaluasi bersama, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Banten,” ujarnya.

Menurut Farach, tahapan administrasi juga masih berjalan, termasuk persetujuan dari DPRD Kota Serang. Sosialisasi kepada masyarakat pun telah dilakukan. “Kami sudah melakukan sosialisasi. Alhamdulillah, masyarakat di sekitar TPA Cilowong cukup terbuka, meskipun tentu ada konsekuensi dampak lingkungan yang tetap harus kami kelola,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tidak dilakukan oleh DLH secara mandiri, melainkan nanti melalui Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD). “PKS ini dibahas melalui TKKSD yang melibatkan Bappeda, BPKD, dan OPD terkait lainnya. DLH posisinya sebagai OPD teknis,” terang Farach.

Terkait kesiapan TPSA Cilowong, Farach memastikan bahwa pihaknya telah dan sedang melakukan sejumlah pembenahan sebagai bagian dari persiapan kerja sama. “Pembenahan sudah berjalan, mulai dari penataan lahan, pengoperasian mesin AWS secara penuh, pengelolaan air lindi, sampai penguatan sistem controlled landfill agar tidak terjadi longsor,” katanya.

Selain itu, DLH juga menyiapkan penambahan alat berat untuk mendukung operasional TPSA. Penambahan tersebut bisa dilakukan melalui pengadaan langsung maupun dukungan dari pihak Tangsel. “Semua ini dilakukan untuk memperpanjang umur TPA dan meminimalkan dampak bau,” pungkasnya.(ald)

Sumber: