diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Pemkot Serang Tiru Pengelolaan Sampah di Jepang

Pemkot Serang Tiru Pengelolaan Sampah di Jepang

TPSA Cilowong tempat pengelolaan PSEL dilihat dari atas. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyiapkan langkah konkret memperbaiki sistem pengelolaan sampah dengan belajar dari Jepang. Studi tersebut menjadi bagian dari rencana penerapan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang.

Kota Serang telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi proyek PSEL. Program ini diproyeksikan menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan tingginya produksi sampah harian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menjelaskan, pihaknya mengikuti workshop pengelolaan sampah yang difasilitasi The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) bekerja sama dengan Pemerintah Jepang. Dalam kegiatan itu, rombongan Pemkot mempelajari langsung sistem waste to energy yang diterapkan di Jepang.

Farach menuturkan, Jepang pernah menghadapi persoalan serupa pada era 1950–1960. Namun, negara tersebut mampu bertransformasi melalui edukasi publik yang konsisten dan penerapan regulasi yang tegas.

“Perubahan tidak terjadi instan. Kuncinya ada pada pembentukan budaya disiplin, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga,” ujarnya, Minggu (1/3).

Ia menambahkan, pemilahan sampah menjadi fondasi utama. Sampah anorganik seperti plastik dipisahkan dan didaur ulang secara optimal sehingga masuk dalam skema ekonomi sirkular. Dengan sistem itu, volume residu yang berakhir di TPA dapat ditekan.

Selain faktor budaya, keberhasilan Jepang juga ditopang kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan infrastruktur, sementara swasta mendukung teknologi serta fasilitas pengolahan yang terintegrasi.

“Regulasinya jelas, teknologinya maju, dan hasil akhirnya minim limbah. Sistemnya berjalan terukur,” katanya.

Farach menyebut, seluruh hasil pembelajaran telah dilaporkan kepada Wali Kota Serang sebagai bahan pertimbangan percepatan pelaksanaan PSEL. Pemkot menargetkan implementasi proyek tersebut dapat dimulai tahun ini.

Menurutnya, PSEL bukan hanya solusi pengurangan sampah, tetapi juga berpotensi menghasilkan energi alternatif bagi daerah.

“Ini diharapkan menjadi jawaban jangka panjang bagi persoalan sampah di Kota Serang,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama.

“Kita harus berani berubah. Pengelolaan sampah ke depan tidak hanya soal membuang dan menimbun, tetapi bagaimana mengolahnya menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Budi juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Ia meminta dukungan warga untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah.

“Teknologi penting, tetapi kunci utamanya tetap pada kedisiplinan dan kesadaran masyarakat. Kalau ini berjalan bersama, PSEL bisa menjadi solusi permanen bagi Kota Serang,” tegasnya. (ald)

Sumber: