BJB FEBRUARI 2026

Serang Mengaji Ditarget Rampung Tiga Bulan

Serang Mengaji Ditarget Rampung Tiga Bulan

Siswa SMPN 6 Kota Serang sedang melaksanakan serang mengaji, Senin (30/3). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan program Serang Mengaji dapat tuntas dalam waktu tiga bulan ke depan. Saat ini, capaian program tersebut telah menca­pai 95,7 persen, dengan sisa peserta sekitar 3 hingga 4 persen yang masih dalam pro­ses pendampingan.

Wali Kota Serang, Budi Rus­tandi, mengatakan percepatan penyelesaian program terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta para ulama yang tergabung dalam Satgas Serang Mengaji.

“Targetnya selesai. Insya Allah dalam waktu tiga bulan ke depan bisa 100 persen anak-anak kita bisa mengaji,” ujar Budi saat menghadiri kegiatan Serang Mengaji di SMPN 6 Kota Serang, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter siswa sejak dini.

“Kami berharap program ini benar-benar bermanfaat, karena tidak hanya menga­jarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan akh­lak, membentuk budi pekerti, serta meningkatkan ketakwaan anak-anak,” katanya.

Budi menambahkan, capaian saat ini menunjukkan perkem­bangan signifikan diban­dingkan awal pelaksanaan program.

Bahkan di beberapa sekolah, jumlah siswa yang belum bisa mengaji sudah sangat minim. Di SMPN 6 Kota Serang misalnya, saat ini hanya tersisa lima siswa yang masih dalam pembinaan.

Sementara itu, Ketua Satgas Serang Mengaji, Enting Abdul Karim, mengungkapkan bahwa pada awal program terdapat 1.691 siswa dari total 6.684 siswa kelas 3 dan kelas 9 yang belum bisa membaca Al-Qur’an.

Namun, berkat sinergi antara Dinas Pendidikan, guru Pen­didikan Agama Islam (PAI), serta pihak sekolah, jumlah tersebut kini berhasil ditekan menjadi 333 siswa di seluruh Kota Serang.

“Alhamdulillah progresnya terus menunjukkan pening­katan. Sekarang tinggal 333 siswa lagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut Enting, masih ada­nya siswa yang belum bisa mengaji lebih disebabkan oleh perbedaan kemampuan belajar masing-masing anak, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih intensif.

“Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda. Karena itu, ke depan kami akan me­mak­simalkan metode pem­belajaran yang lebih efektif serta menambah pendam­pingan,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melibatkan relawan, termasuk mahasiswa, untuk mempercepat pengentasan buta aksara Al-Qur’an di Kota Serang.

Selain peningkatan kemam­puan membaca Al-Qur’an, program ini juga dinilai mem­berikan dampak positif terha­dap perilaku siswa. Salah satu­nya ditandai dengan ber­kurangnya kenakalan remaja saat bulan Ramadan.

Sumber: