Serang Mengaji Ditarget Rampung Tiga Bulan
Siswa SMPN 6 Kota Serang sedang melaksanakan serang mengaji, Senin (30/3). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan program Serang Mengaji dapat tuntas dalam waktu tiga bulan ke depan. Saat ini, capaian program tersebut telah mencapai 95,7 persen, dengan sisa peserta sekitar 3 hingga 4 persen yang masih dalam proses pendampingan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan percepatan penyelesaian program terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta para ulama yang tergabung dalam Satgas Serang Mengaji.
“Targetnya selesai. Insya Allah dalam waktu tiga bulan ke depan bisa 100 persen anak-anak kita bisa mengaji,” ujar Budi saat menghadiri kegiatan Serang Mengaji di SMPN 6 Kota Serang, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter siswa sejak dini.
“Kami berharap program ini benar-benar bermanfaat, karena tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan akhlak, membentuk budi pekerti, serta meningkatkan ketakwaan anak-anak,” katanya.
Budi menambahkan, capaian saat ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan awal pelaksanaan program.
Bahkan di beberapa sekolah, jumlah siswa yang belum bisa mengaji sudah sangat minim. Di SMPN 6 Kota Serang misalnya, saat ini hanya tersisa lima siswa yang masih dalam pembinaan.
Sementara itu, Ketua Satgas Serang Mengaji, Enting Abdul Karim, mengungkapkan bahwa pada awal program terdapat 1.691 siswa dari total 6.684 siswa kelas 3 dan kelas 9 yang belum bisa membaca Al-Qur’an.
Namun, berkat sinergi antara Dinas Pendidikan, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta pihak sekolah, jumlah tersebut kini berhasil ditekan menjadi 333 siswa di seluruh Kota Serang.
“Alhamdulillah progresnya terus menunjukkan peningkatan. Sekarang tinggal 333 siswa lagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurut Enting, masih adanya siswa yang belum bisa mengaji lebih disebabkan oleh perbedaan kemampuan belajar masing-masing anak, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih intensif.
“Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda. Karena itu, ke depan kami akan memaksimalkan metode pembelajaran yang lebih efektif serta menambah pendampingan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan melibatkan relawan, termasuk mahasiswa, untuk mempercepat pengentasan buta aksara Al-Qur’an di Kota Serang.
Selain peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, program ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa. Salah satunya ditandai dengan berkurangnya kenakalan remaja saat bulan Ramadan.
Sumber:

