Kapasitas Capai 200 MW, Sun Energy Pasang 300 Lebih Proyek PLTS Atap

CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar foto bersama jajaran PT LamiPak dalam perayaan capaian 200 MW kapasitas di PT LamiPak di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (28/8). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Hingga pertengahan 2025, pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), SUN Energy telah membangun lebih dari 300 proyek PLTS Atap di 20 provinsi di Indonesia.
Ia melayani lebih dari 50 sektor industri mulai dari barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG), otomotif, makanan minuman, hingga pertambangan. Klien dari SUN Energy mencakup nama-nama besar, seperti Unilever, Avian, Ajinomoto, Astra Group, dan LamiPak.
Pencapaian tersebut dirayakan langsung di PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) di Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (28/8).
Diketahui, LamiPak ini merupakan salah satu proyek PLTS Atap terbesar di industri aseptic packaging dengan total kapasitas 5,33 MW.
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar mengatakan dalam sambutannya, “Sejak awal berdiri, visi kami adalah menjadikan SUN Energy sebagai mitra utama industri dalam transisi energi. Dengan pencapaian 200 MW kapasitas terpasang, kami resmi mengukuhkan diri sebagai developer PLTS Atap nomor satu di Indonesia”.
Menurut dia, capaian ini bukan garis akhir, melainkan titik tolak transformasi. SUN Energy kini bergerak melampaui Solar as a Service, memperluas peran menjadi Sustainability as a Service, menghadirkan solusi berkelanjutan yang mencakup energi surya, penyimpanan energi, solusi elektrifikasi armada (fleet-as-a-service) dan ekosistem kendaraan listrik, hingga pengelolaan air.
“Kami ingin memastikan transisi energi tidak hanya meningkatkan daya saing bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas,” terangnya.
Sementara itu, Managing Director LamiPak Indonesia, Anton Hui mengatakan, pihaknya sejak 2024 memulai transformasi energi bersih bersama SUN Energy melalui pembangunan PLTS Atap fase pertama berkapasitas 2,8 MW.
Keberhasilan itu mendorong realisasi fase kedua sebesar 2,4 MW, sehingga kapasitas total kini mencapai 5,33 MW.
Instalasi solar panel ini diproyeksikan menghasilkan 7.1 GWh energi bersih dan menekan emisi karbon hingga 5.645 ton CO₂, setara dengan penanaman 91.130 pohon.
“Bagi LamiPak, investasi PLTS Atap adalah langkah strategis untuk mencapai Zero Nett Carbon Roadmap 2050 serta sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis sejalan dengan tanggung jawab lingkungan. Portofolio ini menegaskan bahwa energi bersih (ramah lingkungan) dapat berjalan beriringan dengan standar industri internasional,” tuturnya. (mam)
Sumber: