Budi-Agis Resmikan Royal Baroe Di Setahun Kepemimpinan
Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali kota Serang Nur Agis Aulia saat meresmikan kawasan Royal Baroe, Jumat (20/2). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi meresmikan kawasan Royal Baroe, Jumat (20/2), bertepatan dengan satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia. Peresmian tersebut menjadi momentum refleksi kinerja sekaligus penegasan arah pembangunan Kota Serang ke depan.
Budi menyatakan, peresmian Royal Baroe merupakan bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan agar Kota Serang semakin layak sebagai ibu kota Provinsi Banten. Ia menyebut satu tahun pertama masa jabatan difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Serang 2025–2029.
“Kami ingin mewujudkan Kota Serang sebagai kota madani; maju kotanya, bahagia dan sejahtera warganya,” ujarnya.
Ia mengakui, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. Menurutnya, transformasi konsep pembangunan membutuhkan komitmen, konsistensi, serta keberanian dalam mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
Budi menegaskan, sejak awal kepemimpinan, dirinya bersama wakil wali kota berkomitmen mengutamakan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan kelompok tertentu. Setiap kebijakan, kata dia, harus mempertimbangkan dampak menyeluruh, termasuk dalam penanganan persoalan banjir dan masalah perkotaan lainnya.
Ia mencontohkan pembangunan Royal Baroe yang dinilai memberi dampak positif terhadap perekonomian. Berdasarkan data evaluasi pemerintah, angka kemiskinan disebut menurun, Indeks Pembangunan Manusia meningkat, dan tingkat pengangguran berangsur turun dalam satu tahun terakhir.
“Ini baru langkah awal. Jika kerja keras ini terus ditingkatkan, kami optimistis perubahan yang dirasakan masyarakat akan semakin besar,” katanya.
Tokoh masyarakat Kota Serang, Embay Mulya Syarief, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai, dalam setahun terakhir terlihat semangat kuat dari kepala daerah dan jajaran pemerintah untuk menata kota agar lebih tertib dan representatif.
Menurut Embay, Royal Baroe kini menjadi perhatian publik dan mulai menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah. Kondisi itu dinilai berdampak pada citra kota dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha di sekitar kawasan.
"Hal ini tentu berdampak positif terhadap citra Kota Serang. Jika daya tarik kota semakin kuat, maka potensi kedatangan wisatawan juga meningkat," ujarnya.
Ia berharap kawasan yang telah ditata tersebut dapat terus dijaga dan dikembangkan sehingga benar-benar mendukung terwujudnya Kota Serang sebagai ibu kota provinsi yang sesungguhnya. "Termasuk para pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut agar ikut tumbuh bersama," tutupnya. (ald)
Sumber:
