Diguyur Hujan Deras, Kota Serang Kembali Banjir
Banjir yang terjadi di pertigaan Kaligandu, Kota Serang. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Serang kembali memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat ratusan rumah warga terdampak akibat genangan air yang meluas di dua kecamatan.
Hingga Kamis (29/1) pagi, sedikitnya 330 rumah dilaporkan terdampak banjir. Peristiwa tersebut terjadi di 11 titik yang tersebar di Kecamatan Serang dan Kecamatan Cipocok Jaya. Total warga terdampak mencapai 368 kepala keluarga atau sekitar 1.099 jiwa. Meski demikian, sebagian besar genangan air mulai berangsur surut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Serang dalam beberapa waktu terakhir.
“Data sementara yang kami himpun, terdapat 11 kejadian banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Serang dan Kecamatan Cipocok Jaya. Total warga terdampak mencapai 368 kepala keluarga atau 1.099 jiwa,” ujar Diat.
Di Kecamatan Serang, banjir merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 80 sentimeter. Lingkungan Kantin, Kelurahan Cimuncang, menjadi kawasan dengan dampak paling besar. Di lokasi tersebut, ketinggian air sempat mencapai sekitar 80 sentimeter dan merendam 235 rumah milik 250 KK atau sekitar 650 jiwa. Saat ini, kondisi air di wilayah itu dilaporkan telah surut.
Genangan serupa juga terjadi di Lingkungan Cimuncang Sido Muncul, Kelurahan Cimuncang, dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Banjir berdampak pada 35 rumah dan sekitar 115 jiwa, dengan kondisi air yang berangsur menurun.
Sementara itu, di Lingkungan Mandala Citra, Kelurahan Unyur, air setinggi sekitar 30 sentimeter masih menggenangi permukiman dan berdampak pada 17 KK atau sekitar 60 jiwa. Adapun di wilayah Sumur Pecung, Lopang, Lontarbaru, dan Unyur, genangan air dilaporkan telah menyusut secara bertahap.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir terjadi di Kompleks Untirta Permai, Kelurahan Panancangan, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Hingga kini, pendataan jumlah warga terdampak di kawasan tersebut masih berlangsung dan genangan air belum sepenuhnya surut.
Diat menjelaskan, BPBD Kota Serang telah menurunkan personel dan peralatan ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendataan kerusakan rumah.
“Kami melakukan monitoring di wilayah terdampak, evakuasi warga yang membutuhkan bantuan, serta assessment terhadap kondisi rumah. Personel juga kami siagakan untuk penanganan pohon tumbang dan potensi bencana susulan,” katanya.
Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau perkembangan cuaca. Informasi kebencanaan juga disampaikan secara berkala melalui media sosial dan layanan call center.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Serang tengah melakukan sejumlah langkah penanganan untuk menekan risiko banjir. Upaya tersebut meliputi normalisasi sungai, pembersihan alur sungai yang mengalami pendangkalan, serta penertiban bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai.
“Langkah-langkah ini kami lakukan agar Kota Serang tidak kembali dilanda banjir. Masih banyak bangunan di sepanjang sungai dan kondisi pendangkalan yang perlu ditangani. Itu yang sedang kami upayakan,” pungkasnya. (ald)
Sumber:

