BJB NOVEMBER 2025

Pembangunan Kantor Kelurahan Kiara Telan Anggaran Rp1,4 miliar

Pembangunan Kantor Kelurahan Kiara Telan Anggaran Rp1,4 miliar

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meresmikan Kantor Kelurahan Kiara dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kecamatan Walantaka, Kamis (29/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meresmikan Kan­tor Kelurahan Kiara dan Pus­kesmas Pembantu (Pustu) di Ke­ca­matan Walantaka, Kamis (29/1).

Peresmian tersebut dihadiri jajaran kepala organisasi perang­kat daerah (OPD), Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi, Wakil Ketua TP PKK Annisa Rachmawati, unsur Forkopimda, serta Forkopimcam.

Usai meresmikan, Budi meninjau langsung kondisi bangunan guna memastikan fasilitas tersebut siap digunakan masyarakat. Ia menegaskan pembangunan kan­tor kelurahan dan pustu meru­pakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, baik di bidang administrasi maupun kesehatan.

“Selama ini Kelurahan Kiara belum memiliki kantor sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah terbangun. Mudah-mudahan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal, baik pela­yanan administrasi maupun ke­sehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi DPUPR Kota Serang, Dadan Priat­na, menjelaskan pembangunan Kantor Kelurahan Kiara menggu­nakan anggaran APBD Kota Serang sebesar Rp1,4 miliar.

“Untuk pembangunan Pustu anggarannya bukan dari PU, me­lainkan Dinas Kesehatan dengan nilai Rp700 juta,” kata Dadan.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025 DPUPR telah mem­bangun lima kantor kelu­rahan, yakni Kelurahan Kiara, Sayar, Margaluyu, Kilasah, dan Kalang Anyar.

Sedangkan pada tahun 2026, pemerintah daerah merencanakan rehabilitasi Gedung Kecamatan Curug, rehabilitasi Kantor Kelu­rahan Serang, serta pembangunan Kantor Kecamatan Taktakan.

Menurut Dadan, rehabilitasi dilakukan karena sejumlah ba­ngunan kantor sudah tidak layak dan membutuhkan perbaik­an demi kenyamanan masyarakat. Salah satu fokus perbaikan adalah penggantian atap bangunan.

“Struktur atap yang sebelumnya berbahan kayu diganti dengan baja ringan karena sudah tidak layak. Ini juga menjadi perhatian dan arahan langsung dari Pak Wali Kota,” pungkasnya. (ald)

Sumber: