Capaian Satu Tahun Kepemimpinan Budi-Agis
Wali Kota Serang Budi Rustandi memakaikan rompi kepada Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia saat meninjau kawasan Royal Baroe, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Satu tahun memimpin Kota Serang, pasangan Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengeklaim mayoritas dari 13 program prioritas telah berjalan dan memasuki tahap penguatan.
Budi menyampaikan, 13 program unggulan seperti Serang Menyala, Serang Sehat, Serang Bebas Banjir, Serang Bagus, Serang Mengaji, dan Serang Cerdas disusun berdasarkan aspirasi masyarakat yang dihimpun sejak Pilkada 2024.
“Semua program kami itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Munculnya 13 program unggulan juga berasal dari aspirasi masyarakat,” ujar Budi, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, arah kebijakan tahun pertama difokuskan pada pembenahan tata kota dan infrastruktur sebagai pelayanan dasar. Program Serang Bagus menjadi payung penataan agar ibu kota Provinsi Banten tampil lebih representatif.
“Kami mulai dengan penataan dan pembangunan yang merupakan pelayanan dasar,” katanya.
Penanganan banjir menjadi salah satu prioritas. Pemkot melakukan pembongkaran bangunan liar di atas saluran air dan bantaran sungai, disertai normalisasi drainase untuk mengembalikan fungsi aliran.
“Langkah tegas ini diambil untuk mengatasi masalah banjir. Supaya Kota Serang bebas banjir dan masyarakat merasa nyaman. Sekaligus menyelamatkan aset negara,” tuturnya.
Di sektor perdagangan, penataan pasar tradisional mulai dilakukan di Pasar Induk Rau, Pasar Lama, Pasar Kepandean, hingga kawasan Royal Baroe. Kawasan Royal Baroe kini tidak hanya difungsikan sebagai pasar, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang publik dan destinasi keluarga.
“Alhamdulillah, satu-satu sudah kami benahi secara perlahan. Banjir sudah kami tangani secara komprehensif dan penataan pasar juga sudah kami laksanakan,” ucapnya.
Tahun ini, Pemkot juga menyiapkan revitalisasi Alun-alun Kota Serang untuk memperkuat wajah kota dan mendukung aktivitas masyarakat. Budi memastikan, program prioritas akan terus dilanjutkan dan disempurnakan pada tahun kedua.
“Kami akan terus bekerja dan memastikan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, DPRD Kota Serang mengingatkan agar pemerintah daerah tetap memprioritaskan persoalan mendasar yang kerap berulang setiap tahun. Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Muhammad Farhan Azis, menyatakan dewan telah memberi ruang kepada kepala daerah menjalankan program strategisnya selama hampir satu tahun terakhir.
“Secara pribadi maupun atas nama unsur pimpinan DPRD, kami sepakat memberikan ruang kepada Wali kota untuk berekspresi dalam menjalankan program prioritasnya,” ujarnya.
Farhan mengakui pembangunan Royal Baroe dan Alun-alun memiliki nilai strategis untuk mempercantik kota serta mendorong investasi. Namun, ia menegaskan persoalan seperti sampah, banjir, kemacetan, dan infrastruktur lingkungan harus menjadi perhatian lebih serius.
“Hal-hal tersebut menurut kami perlu menjadi perhatian yang lebih serius, karena itu menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam pembahasan anggaran 2027 mendatang, DPRD akan mendorong agar alokasi anggaran lebih diarahkan pada perbaikan drainase, betonisasi jalan lingkungan, dan penanganan banjir. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lintas kewenangan juga dinilai penting agar penanganan persoalan tidak parsial.
Dukungan sekaligus evaluasi juga datang dari tokoh pendiri Kota Serang, Embay Mulya Syarief. Ia menilai satu tahun kepemimpinan Budi–Agis menunjukkan perubahan yang terlihat, terutama dalam penataan pasar dan kawasan kota.
“Dalam satu tahun kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, sudah banyak perubahan yang terlihat di Kota Serang. Royal Baroe bahkan kini menjadi ikon baru kota,” ujarnya.
Embay mengapresiasi pembenahan trotoar, penertiban pedagang yang melanggar aturan, serta penataan bangunan di bantaran Kali Cibanten. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam mewujudkan kota yang aman, nyaman, bersih, dan teduh.
Ia juga menekankan perlunya regulasi perlindungan bangunan cagar budaya melalui Perda atau Perwal. Menurutnya, kawasan permukiman lama seperti Kaujon dan Kaloran memiliki rumah-rumah bersejarah yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.
“Rumah-rumah tua di Kaujon, Kaloran, dan beberapa lokasi lainnya memiliki nilai sejarah dan berpotensi menjadi daya tarik pariwisata. Ini harus dilindungi,” tegasnya.
Embay mendorong Pemkot berkoordinasi dengan Kantor Suaka Purbakala agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan nilai sejarah. (ald)
Sumber:
