Antisipasi Kepadatan Arus Mudik, Pasar Jedogan Dipindah ke Pasar Lama
Kondisi Pasar Lama Kota Serang yang rencananya akan dijadikan tempat jedogan, Rabu (18/2). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali mengubah lokasi pelaksanaan Pasar Jedogan tahun ini. Setelah sebelumnya ditetapkan di Pasar Kepandean, kegiatan tahunan tersebut akhirnya diputuskan dipindahkan ke Pasar Lama.
Keputusan itu diambil setelah melalui pembahasan bersama unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan perubahan lokasi dilakukan demi mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas menjelang Lebaran.
“Pertimbangannya, menjelang Lebaran kawasan Kepandean merupakan jalan arteri sehingga cukup sulit dalam pengaturan lalu lintas,” ujar Wahyu, Rabu (18/2).
Ia menegaskan, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dan telah dilaporkan kepada Sekretaris Daerah serta Wali Kota Serang.
Selain faktor teknis lalu lintas, arus mudik menjadi pertimbangan utama.
Menurut Wahyu, apabila terjadi kepadatan di jalur Serang Barat menuju arah Merak, kendaraan biasanya dialihkan ke dalam kota, salah satunya melalui Kepandean. Untuk menghindari potensi kemacetan yang lebih besar, lokasi kegiatan akhirnya dipindahkan ke Pasar Lama.
Terkait pedagang, Wahyu memastikan seluruhnya merupakan pedagang binaan pemerintah. Sebagian sebelumnya dipindahkan ke Kepandean, dan sebagian lainnya memang berasal dari Pasar Lama.
“Semua pedagang akan difasilitasi agar tetap bisa berjualan. Tradisi besar Jedogan tetap kita jaga supaya tidak hilang,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah pedagang yang terlibat kurang dari 110 orang, terdiri atas pedagang kuliner dan fesyen. Jika memungkinkan, ke depan akan dibuka kesempatan untuk umum, namun sementara ini diprioritaskan bagi pedagang yang terdampak relokasi sebelumnya.
Selain aktivitas perdagangan, Pasar Jedogan juga akan dimeriahkan hiburan musik, musik religi, serta sejumlah gimmick untuk menarik minat pengunjung.
Untuk teknis pengaturan lalu lintas, Wahyu menyebut akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan. Namun dipastikan, akses masuk ke Pasar Lama akan ditutup pada tiga hingga lima hari terakhir Ramadan.
Sementara itu, pedagang takjil tetap berjualan di lokasi yang telah ditetapkan sejak awal Ramadan. Seluruhnya telah terdata dan resmi terdaftar, termasuk kewajiban pembayaran kepada pemerintah daerah yang telah diselesaikan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa pelaksanaan Pasar Jedogan harus tetap berjalan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM.
Menurutnya, pemerintah hadir untuk memastikan pedagang tetap memiliki ruang usaha, meski lokasi kegiatan mengalami penyesuaian.
Sumber:
