50 KM Jalan Desa Akan Ditangani Setiap Tahun

Petugas melakukan pengaspalan ruas jalan poros desa di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Kamis (28/8). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemkab Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat menargetkan sepanjang 30-50 kilometer jalan poros desa akan ditangani per tahun.
Kepala DPUPR Kabupaten Lebak Irvan Suyatuvika mengatakan, ada 588 ruas jalan desa dengan panjang 1.968,02 kilometer yang masuk dalam target sasaran penanganan. Karena, kondisinya rusak sedang dan berat.
"Iya, kita rencanakan 30 sampai 50 kilometer akan ditangani. Namun hal tersebut tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia pada tahun berjalan," kata Irvan kepada wartawan di Rangkasbitung, Kamis (28/8).
Irvan menyatakan, anggaran penanganan jalan poros desa tidak hanya bersumber dari APBD Lebak, namun diusulkan juga ditangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui program 'Bang Andra'.
"Yang kita usulkan sebanyak 213 ruas, tetapi belum tentu terbangun semua karena nanti Pemprov Banten akan mengevaluasi lagi berdasarkan tematik mereka," ujarnya.
Kata Irvan, untuk penanganan 50 kilometer jalan desa, anggaran yang harus dialokasikan oleh Pemkab Lebak kurang lebih Rp50 miliar.
"Tahun sebelumnya kegiatan pembangunan jalan cukup banyak, tahun ini hanya empat paket saja dengan nilai Rp3,4 miliar," tuturnya.
Ia menerangkan, 588 ruas jalan poros desa yang masuk dalam sasaran penanganan merupakan salah satu proyek strategis daerah. Data tersebut dihimpun dari usulan Musrenbang yang ada di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
"Penanganan jalan poros desa untuk mendukung sistem logistik dan mobilitas yang efektif pada kawasan ketahanan pangan, pariwisata dan layanan pemerintahan," terangnya.
Rudi, Ketua BPD Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung berharap program penanganan 50 km jalan desa oleh Pemkab Lebak bisa masuk dan menyentuh wilayahnya. Karena, beberapa titik jalan poros di desanya mengalami rusak berat.
"Desa Rangkasbitung Timur merupakan desa yang paling dekat dengan kantor dan pusat pemerintahan, namun beberapa jalan desa rusak dan belum bisa ditangani oleh desa. Kami berharap program 50 km Jalan desa bisa masuk ke desanya," tuturnya. (fad/tnt)
Sumber: