Penukaran Uang Tunai, BI Banten Siapkan Rp3,2 Triliun
Kepala KPw BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten telah menyiapkan penukaran uang tunai sebesar Rp3,2 triliun pada momen Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Kepala KPw BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, mengatakan uang layak edar tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu, yakni meningkat 4,8 persen.
"Dari total Rp3,2 triliun, sebesar Rp2,78 triliun disiapkan dalam pecahan besar dan Rp420 miliar dalam pecahan kecil. Nilai ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya, Rabu (18/2).
Layanan penukaran uang ini juga akan dibarengi dengan kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Idul Fitri (Serambi) 2026. Program ini merupakan sebuah wujud komitmen BI untuk menjaga ketersediaan uang Rupiah di masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026/1447 Hijriyah. Jadwal pemesanan penukaran uang rupiah periode satu dimulai pada 19 hingga 27 Februari 2026 mendatang.
Layanan penukaran uang Rupiah dapat langsung dilakukan di loket kantor bank yang tersebar di 57 lokasi di wilayah Banten, maupun layanan penukaran uang Rupiah melalui kegiatan kas keliling di 10 titik. Tak hanya itu BI Banten juga akan menyiapkan tiga lokasi layanan terpadu.
"Salah satu lokasi layanan terpadu disiapkan di kawasan KP3B, Kota Serang, dengan jadwal pelaksanaan yang akan diumumkan lebih lanjut," ujarnya.
Bagi masyarakat yang berminat melakukan penukaran uang Rupiah agar melakukan pemesanan secara online dengan menggunakan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) di website www.pintar.bi.go.id.
"Penggunaan aplikasi PINTAR diharapkan dapat meningkatkan kepastian layanan dan mengurangi antrian/kepadatan di lokasi penukaran untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat," jelasnya.
Menurut Ameriza, Uang Rupiah yang layak edar dalam jumlah dan pecahan yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat melengkapi kebahagiaan masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri.
"Hal ini tentunya sejalan dengan tradisi yang masih cukup kuat di masyarakat kita, berbagi kebahagiaan dengan cara memberikan uang tunai kepada sanak saudara di hari Idul Fitri, atau yang biasa disebut dengan tradisi 'salam tempel'," ungkapnya.
Ke depan diharapkan masyarakat juga dapat memanfaatkan perkembangan transaksi pembayaran digital melalui mobile dan internet banking, serta QRIS untuk berbagai transaksi pembayaran termasuk untuk pemberian salam tempel.
"Pendaftaran biasanya cepat penuh, sehingga masyarakat diimbau bersiap sejak awal pembukaan," katanya.
BI Banten juga mengimbau bahwa pentingnya juga masyarakat untuk lebih memahami ciri-ciri keaslian uang Rupiah dengan selalu mengingat Prinsip 3D yaitu Dilihat, Diraba Diterawang, yang sangat dibutuhkan sebagai upaya mitigasi dari risiko tindak pidana pemalsuan uang di pada saat melakukan transaksi secara tunai. (mam)
Sumber:
