SDN Jambe II Mundurkan Jam Masuk Sekolah Selama Ramadan
KBM: Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di SDN Jambe II. Sekolah ini memundurkan waktu ke sekolah saat ramadan untuk bisa memberikan kelonggaran waktu kepada siswa usai melakukan sahur.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Jambe II, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, menetapkan penyesuaian jam masuk sekolah selama bulan Ramadan dengan memundurkan waktu pembelajaran. Kebijakan tersebut diambil guna memberikan kelonggaran kepada para siswa agar tidak terlambat ke sekolah setelah menjalankan sahur dan salat Subuh.
Penyesuaian jam sekolah ini juga mengacu pada arahan dan jadwal yang telah disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan. Kepala SDN Jambe II, Yuhnadi menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi fisik dan kesiapan siswa dalam menjalankan ibadah puasa.
”Selama Ramadan, pola aktivitas anak-anak tentu berubah. Mereka bangun lebih awal untuk sahur, kemudian melaksanakan Salat Subuh. Kami memahami kondisi tersebut sehingga sekolah memutuskan untuk memundurkan jam masuk. Ini agar siswa memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak terburu-buru berangkat ke sekolah,” ujar Yuhnadi kepada Tangerang Ekspres, Rabu (11/2).
Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya soal perubahan waktu, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang tetap kondusif meski dalam kondisi berpuasa.
”Kami ingin memastikan anak-anak tetap datang ke sekolah dalam keadaan segar dan siap belajar. Jika mereka kelelahan karena kurang istirahat atau tergesa-gesa, tentu akan berpengaruh pada konsentrasi belajar di kelas,” katanya.
Yuhnadi menegaskan, keputusan tersebut telah melalui koordinasi internal sekolah, serta mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
”Dinas Pendidikan sudah menyampaikan jadwal pembelajaran selama Ramadan. Kami di sekolah tinggal menyesuaikan dan mengatur teknis pelaksanaannya agar tetap efektif. Jadi kebijakan ini bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari kebijakan yang lebih luas di tingkat kabupaten,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, meskipun jam masuk dimundurkan, proses pembelajaran tetap berjalan optimal dengan pengaturan waktu yang efisien.
”Durasi pembelajaran memang disesuaikan, namun kualitasnya tetap kami jaga. Guru-guru sudah kami arahkan untuk memaksimalkan waktu yang ada, fokus pada materi inti, dan tetap memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut Yuhnadi berharap, para siswa tetap menjaga semangat belajar selama bulan Ramadan, serta memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan keimanan dan kedisiplinan.
”Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan penguatan karakter. Datang tepat waktu, menjaga sikap, serta tetap fokus belajar meski berpuasa adalah bagian dari pendidikan karakter,” tuturnya.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk turut mendukung kebijakan tersebut dengan memastikan anak-anak tetap menjaga pola istirahat yang baik.(ran)
Sumber:
