Budi Rustandi Ajak Warga Rawat Kerukunan Beragama

Minggu 05-07-2026,21:37 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Miladi Ahmad Cemol

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi mengajak se­luruh elemen masyarakat untuk terus merawat kerukunan an­tar­umat beragama sebagai fon­dasi men­jaga persatuan se­ka­ligus men­dukung kemajuan daerah. Ajakan tersebut disam­paikan saat menghadiri kegiat­an Serang Walk for Peace (Pin­dapata) dalam rangka Hari Ra­ya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Sukhavati gang Mangga Dua Dalam, Kotabaru, Kota Serang, Minggu (5/7).

Kegiatan yang dihadiri umat Budha, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forko­pim­da), tokoh lintas agama, dan masyarakat itu berlangsung dalam suasana penuh keber­samaan. Momentum tersebut di­manfaatkan untuk mem­perkuat komitmen menjaga tole­ransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Serang.

Budi menegaskan bahwa Kota Serang merupakan rumah ber­sama bagi seluruh warga tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena itu, menurutnya, semangat saling menghormati harus terus dipelihara agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis.

"Kota Serang adalah rumah bersama bagi seluruh warganya tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan," ujarnya.

Ia menilai kerukunan meru­pakan modal utama bagi pem­bangunan daerah. Tanpa keda­maian dan rasa saling percaya, berbagai upaya pembangunan, termasuk menarik investasi, akan sulit diwujudkan.

"Kemajuan Kota Serang tidak mungkin terwujud tanpa ada­nya kerukunan. Kerukunan menjadi prioritas utama dalam membangun sebuah kota. Tidak mungkin investasi masuk tanpa adanya kerukunan, dan tidak mungkin sebuah kota dapat maju tanpa terciptanya keda­maian," katanya.

Budi juga menggarisbawahi pesan yang disampaikan perwa­kilan Kementerian Agama me­ngenai pentingnya kese­taraan seluruh warga negara. Menu­rutnya, konstitusi men­jamin setiap warga memiliki hak dan kedu­dukan yang sama tanpa meman­dang latar be­lakang agama.

"Meskipun umat Buddha merupakan kelompok mino­ritas, dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indo­nesia Tahun 1945 tidak ada istilah mayoritas maupun mi­noritas. Di mata hukum, seluruh warga negara memiliki kedu­dukan yang sama," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang Matin Syarkowi mengatakan kegiatan Serang Walk for Peace menjadi bukti bahwa nilai-nilai toleransi di Kota Serang terus terpelihara melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kerukunan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus ter­cermin dalam kehidupan se­hari-hari melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun komunikasi yang baik antar­pemeluk agama.

"Kerukunan merupakan tang­gung jawab bersama. Ketika masyarakat mampu menjaga persaudaraan di tengah kebe­ragaman, maka stabilitas daerah akan tetap terpelihara dan pembangunan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui peringatan Hari Raya Waisak dapat terus dipelihara sehingga Kota Serang tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, serta mampu menjadi contoh kehidupan ma­syarakat yang rukun di te­ngah keberagaman. (ald/mol)

Kategori :

Terkait

Rabu 01-07-2026,22:30 WIB

Ulama Dukung Penutupan THM

Selasa 30-06-2026,21:16 WIB

Dewan Dorong Penutupan THM Permanen