BJB

Pacu Ekspor IKM hingga Perkuat Infrastruktur Logistik

Pacu Ekspor IKM hingga Perkuat Infrastruktur Logistik

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Pro­vinsi Ban­ten melalui Dinas Perindustrian dan Per­dagang­an (Disperindag) terus ber­gerak dalam memacu volume ekspor daerah. 

Beberapa langkah strategis yang di­lakukan mencakup pembinaan intensif sektor In­dustri Kecil Menengah (IKM), perluasan pasar manu­faktur, hingga penguatan in­frastruktur logistik guna me­motong biaya operasional.

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan, mengatakan, bahwa ekspor memiliki pe­ngaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan eko­nomi Banten, khususnya da­lam memberikan nilai tambah produk domestik dan pe­nyerapan tenaga kerja.

"Sektor manufaktur sendiri saat ini menjadi tulang pung­gung dengan kontribusi ham­pir mencapai 30 persen ter­hadap pertumbuhan eko­nomi di Provinsi Banten," katanya, Minggu (5/7).

Ia menjelaskan, saat ini pi­haknya menerapkan strategi hulu-hilir agar produk lokal mampu bersaing di pasar global. Mulai dari Export Coaching Program (ECP) atau rogram klinik ekspor ini memberikan pelatihan mana­jemen ekspor-impor beserta simulasinya. Pelaku IKM dibimbing dalam menjaga kualitas barang, memahami regulasi pasar global, serta administrasi ekspor.

"Para pelaku industri IKM atau UMKM khususnya kita bimbing mereka dari sisi bagai­mana menjaga atau meningkat kualitas barang, dan juga paham tentang administrasi ekspor. Nanti juga akan kita ikutkan dalam promosi berskala internasio­nal," ujarnya.

Produk IKM binaan akan diikutkan dalam pameran berskala internasional, salah satunya dikemas dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) bekerja sama dengan Kemen­terian Perdagangan, guna mempertemukan langsung produsen dengan buyer dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan penguatan di sektor hulu dilakukan de­ngan memfasilitasi pem­buatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga sertifikasi Halal demi mendongkrak daya saing.

Kemudian mendorong pe­man­faatan marketplace lokal untuk memperluas jangkauan pasar dari konvensional me­nuju pasar digital inter­na­sional.

"Jadi dengan pemanfaatan marketplace lokal ini kita juga menjangkau pasar secara lebih luas. Kalau konvensional kan hanya sekitar kita berjualan, tapi dengan marketplace ke sini akan menjangkau pasar yang lebih luas lagi termasuk pasar ekspor," ungkapnya.

Tidak hanya menyasar sektor mikro, kata Iwan, Pemprov Banten juga fokus memperkuat ekosistem industri besar, se­perti industri baja, dengan me­maksimalkan letak geo­grafis Banten yang strategis.

Untuk industri pengolahan, Disperindag berkolaborasi dengan Direktorat Ekspor Produk Manufaktur Kemen­terian Perdagangan guna me­ngadakan business ma­tching. Program ini ditujukan sebagai bimbingan bagi in­dustri yang belum ekspor, sekaligus perluasan pasar bagi yang sudah berjalan.

Di sisi lain, konektivitas logistik multimoda yang ter­integrasi seperti kereta api, kapal Roro, dan Dermaga PT Krakatau Bandar Samudra di Cilegon terus dioptimalkan.

"Kami melakukan penguatan infrastruktur logistik pelabuhan guna memotong biaya logistik. Hal ini juga sejalan dengan langkah Gubernur Andra yang sedang mengusulkan optimalisasi aktivitas pelabuhan di Provinsi Banten," tuturnya. 

Sumber: