BJB

36 KMP Beroperasi, Dua Gerai Tunggu Peresmian

36 KMP Beroperasi, Dua Gerai Tunggu Peresmian

epala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangsel Bachtiar Priyambodo.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Sebanyak 36 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Tangsel mulai menjalankan operasional secara bertahap. Se­mentara itu, dua gerai ko­perasi yang telah dibangun di Kecamatan Pondok Aren masih menunggu peresmian yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangsel Bachtiar Priyambodo mengatakan, hingga saat ini sebanyak 36 koperasi telah diluncurkan (launching), sedangkan 18 koperasi lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Yang sudah launching ada 36. Sisanya masih tahap persiapan,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Kamis (2/7).

Bachtiar menambahkan, dua gerai koperasi yang dibangun pemerintah berada di Kelurahan Pondok Aren dan Jurangmangu Barat. Secara fisik bangunan telah selesai, namun belum difungsikan karena masih menunggu peresmian dari pemerintah pusat.

“Gerainya sebenarnya sudah siap. Tinggal menunggu peresmian, rencananya pada Agustus nanti,” tambahnya.

Setelah diresmikan, pengelolaan gerai tersebut akan dilakukan oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih dengan dukungan manajer profesional yang saat ini masih menjalani proses rekrutmen, pe­latihan dan pendidikan.

“Manajer yang sedang direkrut dan dilatih nantinya akan ditempatkan untuk mengelola koperasi yang sudah memiliki gerai usaha,” jelasnya.

Meski sebagian besar koperasi belum mendapatkan dukungan penuh melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17, sejumlah KKMP di Kota Tangsel telah menjalankan kegiatan usaha secara mandiri melalui swadaya masyarakat.

Bahkan, dari 36 koperasi yang telah diluncurkan, sebanyak 24 di antaranya telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Menurutnya, beberapa koperasi sudah mampu mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi ekonomi lokal. Salah satunya KKMP Pondok Ranji yang membuka kafe di sekitar Alun-alun Pondok Ranji untuk melayani pengunjung.

Selain itu, koperasi tersebut juga menggandeng pelaku UMKM dalam memasarkan produk lokal.

Sementara itu, KKMP Parigi disebut telah mencatat omzet harian mendekati Rp1 juta melalui usaha penyediaan kebutuhan pedagang di kawasan pasar malam.

“Sudah ada yang omzetnya hampir Rp1 juta per hari karena mereka bekerja sama dengan UMKM dan potensi ekonomi lokal,” ungkapnya.

Bachtiar mengaku, sebagian besar koperasi yang sudah berjalan memulai usaha dari gerai sembako. Model bisnis tersebut kemudian dikembangkan menjadi ekosistem yang melibatkan UMKM, mu­lai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk.

Sumber: