BJB

SDN Karawaci Baru 4 Manfaatkan Sampah Organik Jadi Kompos

SDN Karawaci Baru 4 Manfaatkan Sampah Organik Jadi Kompos

KOMPOSTER SEDERHANA: Kader Adiwiyata SDN Karawaci Baru 4 belajar membuat komposter sederhana dengan memanfaatkan barang bekas di area sekolah, belum lama ini.(Dhuyuf/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, KARAWACI — Siswa SDN Ka­rawaci Baru 4 mengikuti kegiat­an edukasi lingkungan melalui praktik pembuatan komposter sederhana dengan meman­faatkan barang bekas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk mena­namkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meng­ajarkan cara mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menggunakan em­ber bekas dan botol plastik air mineral berukuran besar seba­gai wadah utama pembuatan komposter. Barang yang sebe­lumnya tidak terpakai diman­faatkan kembali sebagai media pengolahan sampah organik.

Kepala Sekolah SDN Karawaci Baru 4, Sukarsi mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar siswa memperoleh penga­laman secara langsung menge­nai pentingnya menjaga keber­sihan lingkungan melalui pe­nge­lolaan sampah organik.

”Melalui kegiatan pembuatan komposter ini, kami ingin meng­ajarkan kepada siswa bahwa sampah organik tidak harus dibuang begitu saja, tetapi dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman,” ujar­nya, Selasa (30/6).

Dalam praktiknya, dua siswa memperagakan cara mencacah dedaunan serta sisa bahan or­ganik menjadi potongan-po­tongan kecil. Langkah tersebut dilakukan agar proses peng­uraian berlangsung lebih cepat sehingga kompos yang diha­silkan memiliki kualitas yang baik.

Setelah proses pencacahan selesai, seluruh bahan organik dimasukkan ke dalam wadah komposter yang telah disiapkan. Melalui tahapan tersebut, siswa dapat memahami secara lang­sung proses perubahan sampah organik menjadi pupuk alami yang bermanfaat.

Sukarsi menjelaskan, pembe­lajaran berbasis praktik ini di­nilai lebih efektif dalam mem­bangun kesadaran lingkungan dibandingkan hanya memberi­kan materi di dalam kelas.

Menurutnya, penggunaan ember bekas dan botol plastik sebagai komposter juga meng­ajarkan peserta didik tentang pentingnya memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan sehingga dapat mengurangi jumlah sampah.

”Pemanfaatan ember bekas dan botol plastik sebagai kom­poster membuktikan bahwa barang yang sudah tidak ter­pakai masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan kreatif,” tuturnya.

Ia berharap kebiasaan meng­olah sampah organik tidak ber­henti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan oleh siswa bersama keluarga di ru­mah sebagai bagian dari gaya hidup yang peduli lingkungan.

Ke depan, SDN Karawaci Baru 4 berharap mampu membentuk generasi yang memiliki kepe­dulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Selain mem­bantu mengurangi volume sam­pah rumah tangga, kompos yang dihasilkan juga dapat di­manfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman di ling­kungan sekolah maupun di rumah.(duy)

Sumber: