BJB

Kemenkes Dirikan Posko Darurat di Rajeg

Kemenkes Dirikan Posko Darurat di Rajeg

Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes mendirikan posko kesehatan darurat di Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, lengkap dengan ambulans rujukan, Jumat (3/7) siang. (Zakky Adnan/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan bergerak cepat menangani warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk, Kabupaten Tangerang. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Rajeg, sebuah tenda posko pelayanan kesehatan darurat didirikan di Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Jumat (3/7) siang.

Posko kesehatan ini difungsikan sebagai pusat rujukan pertama bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pertolongan medis cepat dan gratis.

Perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Syamsul Ahmad menyatakan, Posko berbentuk tenda kesehatan ini disiagakan penuh bersama para staf medis demi menjamin akses kesehatan warga terdampak tetap terpenuhi.

"Tenda kesehatan ini tentu menjadi pusat rujukan pertama bagi masyarakat kita yang sedang membutuhkan pertolongan layanan bidang kesehatan," ujar Syamsul Ahmad saat memberikan keterangan di Posko Kesehatan Desa Tanjakan Mekar, Rajeg.

Dalam pemasangan tenda tersebut, Syamsul Ahmad didampingi langsung oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Rajeg drg. Tohiroh, serta perwakilan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Selain memberikan pelayanan medis dasar di tempat, posko kesehatan ini juga mengantisipasi pasien yang membutuhkan penanganan lebih serius. Pihak Kemenkes dan Dinkes telah menyiagakan sejumlah armada ambulans yang siap bergerak kapan saja.

"Selanjutnya jika memang keberadaan si pasien tersebut membutuhkan bantuan yang lebih pro kepada rumah sakit rujukan misalnya, maka pada saat itu pula kami siapkan beberapa armada Puskesmas, mobil ambulans untuk dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (yang lebih tinggi)," imbuhnya.

Sementara itu, sudah lima hari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang terbakar hebat. Kini, titik api sudah bisa dikendalikan setelah lima hari penanganan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden kebakaran TPA Jatiwaringin. Ia menyampaikan, peristiwa tersebut akan menjadi evaluasi secara menyeluruh sistem penanganan sampah.

"Kita tidak ingin menyampaikan kronologis karena itu menjadi bagian dari tim penegakan hukum Kementerian Lingkungan Hidup. Tapi terus terang sebagai dinas Kami memohon maaf kepada masyarakat kejadian ini tentu memprihatinkan kita semua. Kami ingin meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Tangerang semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran terkait tata kelola sampah secara baik," katanya, Minggu (5/7).

Data yang dirilis pemerintah, ada sekitar 232 jiwa yang mengungsi akibat peristiwa tersebut. Tak cuman itu, ada 50 jiwa yang terdampak langsung dari 30 kepala keluarga yang bertempat tinggal sementara di Kantor Desa Tanjakan Mekar.

Untuk kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ada 210 kasus dari puskesmas di Kecamatan Mauk, Sukadiri dan Rajeg. Kasus ini total dari semua penderita sejak awal kebakaran pada 30 Juni 2026.

"Sampai hari ini jumlah area yang terbakar mencapai 15 hektare dari total 33 hektare. Secara keseluruhan sudah bisa terkendali," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin sudah terkendali. Kata dia, masih dikerahkaj sebanyak 7 unit dengan 50 personil untuk pendinginan dan pengendalian titik api.

"Secara keseluruhan sudah terkendali dan dua helikopter water boombing tetap dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit bila memakai alat pemadam kita," katanya.(zky-sep)

Sumber: