Minim Lapangan Kerja Picu Risiko, Pemkot Serang Dorong Kawasan Industri
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat diwawancarai wartawan, Rabu (1/4). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Minimnya lapangan pekerjaan di Kota Serang dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mencari kerja ke luar negeri, bahkan melalui jalur tidak resmi yang berisiko tinggi. Kondisi ini mencuat setelah adanya kasus warga Kota Serang yang menjadi korban penipuan kerja hingga disekap di Kamboja.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya penyediaan lapangan kerja di daerah.
“Ini menjadi salah satu alasan kenapa saya terus mendorong investasi masuk ke Kota Serang. Banyak keluhan dari masyarakat, mereka bilang mencari pekerjaan itu sulit, bahkan untuk melamar kerja harus mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Menurutnya, tekanan ekonomi membuat sebagian masyarakat nekat mengambil peluang kerja yang belum tentu aman dan legal. Bahkan, praktik pungutan untuk masuk kerja di perusahaan tertentu juga masih ditemukan.
“Sementara untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras saja mereka kesulitan. Bahkan mereka tahu, untuk masuk ke perusahaan tertentu harus membayar jutaan rupiah,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Serang berupaya mendorong pembangunan kawasan industri besar yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif, terutama bagi generasi muda.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghambat masuknya investasi. Menurutnya, kepentingan jangka panjang masyarakat harus lebih diutamakan dibanding kepentingan kelompok tertentu.
“Saya berharap oknum-oknum yang selama ini menghambat investasi bisa berubah cara berpikir. Jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi pikirkan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.
Budi menilai, dampak dari kurangnya lapangan kerja sudah sangat nyata, salah satunya terlihat dari kasus warga yang menjadi korban penyiksaan di luar negeri akibat tidak mampu memenuhi target kerja.
“Kita lihat sendiri, dampaknya sangat nyata. Ada warga kita yang sampai mengalami penyiksaan di luar negeri, bahkan disetrum, hanya karena tidak memenuhi target. Ini seperti yang sering kita lihat di film, tapi ini nyata terjadi,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat mendukung masuknya investasi sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan warga.
“Saya pastikan investasi yang masuk ini jelas dan bukan seperti isu-isu yang berkembang, jadi tidak perlu digoreng atau disalahartikan,” katanya.
Menurutnya, dengan terbukanya lapangan kerja, masyarakat akan memiliki penghasilan yang layak sehingga taraf hidup meningkat dan visi Kota Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera dapat terwujud.
“Kita menyekolahkan anak bukan untuk menjadi pengangguran, tetapi agar mereka bisa bekerja dengan layak, mendapatkan penghasilan, dan menghidupi keluarganya,” pungkasnya.
Sumber:

