BJB FEBRUARI 2026

Minim Lapangan Kerja Picu Risiko, Pemkot Serang Dorong Kawasan Industri

Minim Lapangan Kerja Picu Risiko, Pemkot Serang Dorong Kawasan Industri

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat diwawancarai wartawan, Rabu (1/4). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Minimnya la­pangan pekerjaan di Kota Serang dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mencari kerja ke luar negeri, bahkan melalui jalur tidak resmi yang berisiko tinggi. Kondisi ini mencuat setelah adanya kasus warga Kota Serang yang menjadi korban penipuan kerja hingga disekap di Kamboja.

Wali Kota Serang, Budi Rus­tandi, mengatakan, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya penyediaan lapangan kerja di daerah.

“Ini menjadi salah satu alasan kenapa saya terus men­dorong investasi masuk ke Kota Serang. Banyak ke­luhan dari masya­rakat, mereka bi­lang mencari pekerjaan itu sulit, bahkan untuk melamar kerja harus mengeluarkan biaya,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan eko­nomi membuat sebagian ma­syarakat nekat mengambil peluang kerja yang belum tentu aman dan legal. Bahkan, praktik pungutan untuk masuk kerja di perusahaan tertentu juga masih ditemukan.

“Sementara untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras saja mereka kesulitan. Bahkan mereka tahu, untuk masuk ke perusahaan tertentu harus membayar jutaan rupiah,” katanya.

Sebagai solusi jangka pan­jang, Pemkot Serang ber­upaya mendorong pem­bangunan kawasan industri besar yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif, ter­utama bagi generasi muda.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang meng­hambat masuknya investasi. Menurutnya, kepentingan jangka panjang masyarakat harus lebih diutamakan di­banding kepentingan ke­lomp­ok tertentu.

“Saya berharap oknum-ok­num yang selama ini meng­hambat investasi bisa berubah cara berpikir. Jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi pikirkan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Budi menilai, dampak dari kurangnya lapangan kerja sudah sangat nyata, salah satunya terlihat dari kasus warga yang menjadi korban penyiksaan di luar negeri akibat tidak mampu meme­nuhi target kerja.

“Kita lihat sendiri, dampak­nya sangat nyata. Ada warga kita yang sampai mengalami penyiksaan di luar negeri, bahkan disetrum, hanya karena tidak memenuhi target. Ini seperti yang sering kita lihat di film, tapi ini nyata terjadi,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengajak selu­ruh masyarakat mendukung masuknya investasi sebagai langkah strategis mening­katkan kesejahteraan warga. 

“Saya pastikan investasi yang masuk ini jelas dan bukan seperti isu-isu yang ber­kembang, jadi tidak perlu digoreng atau disalahartikan,” katanya.

Menurutnya, dengan terbu­kanya lapangan kerja, ma­syarakat akan memiliki peng­hasilan yang layak sehingga taraf hidup meningkat dan visi Kota Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera dapat terwujud.

“Kita menyekolahkan anak bukan untuk menjadi pe­ngang­guran, tetapi agar mere­ka bisa bekerja dengan layak, mendapatkan penghasilan, dan menghidupi keluarganya,” pungkasnya. 

Sumber: