Benyamin Davnie Ajak ASN Tingkatkan Kinerja
Sejumlah ASN menyalami Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie usai apel halal bihalal di Puspemkot Tangsel, Senin 30 Maret 2026.-Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Pemkot Tangsel menggelar apel pagi perdana pasca-libur Lebaran 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin, 30 Maret 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan dihadiri Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangsel.
Dalam sambutannya, Benyamin menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran ASN, sekaligus mengajak untuk kembali memperkuat kinerja pasca-libur Idulfitri.
“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan kedinasan memohon maaf apabila selama ini terdapat kesalahan, baik ucapan, sikap, maupun tindakan,” ujarnya, Senin (30/3).
Bemyamin berharap momentum Idulfitri menjadi titik awal bagi seluruh ASN untuk meningkatkan semangat kerja, inovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya berharap kita bisa bekerja lebih semangat, inovatif, tetap dalam koridor aturan, dan mampu memenuhi tugas utama pemerintahan daerah, yakni pelayanan publik, daya saing, serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2026, Benyamin menekankan pentingnya percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia meminta seluruh pejabat dan pengguna anggaran melakukan evaluasi terhadap capaian pelaksanaan program.
“Kita sudah masuk triwulan kedua, maka harus dievaluasi berapa persen realisasi APBD yang sudah berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan yang dinilai masih menjadi tantangan di Kota Tangsel. Ia meminta seluruh jajaran, terutama aparat kewilayahan, untuk aktif menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan.
“Gunakan anggaran kelurahan untuk membangun gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Benyamin menargetkan setiap kelurahan memiliki 1.000 lubang biopori hingga Juni 2026 sebagai upaya mengurangi volume sampah dari sumbernya.
“Lubang biopori ini menjadi salah satu strategi kita. Nantinya juga akan dikembangkan melalui sistem drop box, bank sampah, dan TPS 3R,” jelasnya.
Ia juga meminta lurah untuk turun langsung ke lapangan dan mengaktifkan kembali peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, termasuk membersihkan rumput liar di bahu jalan serta mengoptimalkan kegiatan gotong royong. “Saya minta semua lurah fokus pada kebersihan lingkungan. Jangan saling menyalahkan, tapi bergerak bersama,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Benyamin juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup bersama seluruh jajaran ASN untuk merumuskan gerakan kebersihan rutin, seperti kerja bakti mingguan di lingkungan kantor maupun wilayah masing-masing.
Sumber:

