BJB FEBRUARI 2026

Kasus Kebakaran Selama Libur Lebaran Turun

Kasus Kebakaran Selama Libur Lebaran Turun

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Pe­nyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG UTARA — Kasus kebakaran di Kota Tangsel mengalami penurunan selama momen libur Idul Fitri 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama masa libur Lebaran atau sejak kebijakan work from home (WFH) bagi apa­ratur sipil negara (ASN) pada 16 hingga 25 Maret 2026, ter­catat hanya terjadi dua kasus kebakaran di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Pe­nyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin menga­ta­kan, pihaknya bersyukur ter­jadi penurunan signifikan dibanding tahun lalu.

“Kalau tahun lalu selama momen libur Lebaran terjadi tujuh kasus kebakaran, tapi tahun ini hanya dua kasus,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Rabu (25/3).

Omay menambahkan, salah satu kebakaran terjadi di kafe Bali House di Kelurahan Buar­an, Kecamatan Serpong, pada Selasa, 17 Maret 2026 malam. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

“Akibat kejadian ini, pemilik mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar karena seluruh ba­ngunan kafe ludes terbakar,” jelasnya.

Kebakaran lainnya terjadi di sebuah rumah dua lantai di Jalan Mertilang Blok KD 2 No. 19, Komplek Mertilang Sektor 9 Bintaro, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, pada Kamis, 19 Maret 2026 malam.

Peristiwa tersebut juga didu­ga akibat korsleting listrik. Saat kejadian, pemilik rumah berada di dalam, namun se­luruh penghuni berhasil me­nyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.

“Sekitar 70 persen bangunan rumah hangus terbakar, de­ngan kerugian ditaksir men­capai Rp500 juta,” tambahnya.

Untuk memadamkan api, petugas Damkar Kota Tangsel mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran. Menurut Omay, penurunan kasus kebakaran ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran, khususnya terkait instalasi listrik dan peng­gu­naan kompor gas.

“Peningkatan kesadaran ini didorong oleh edukasi dan sosialisasi rutin, serta partisi­pasi masyarakat dalam pelati­han pemadaman dini,” tutur­nya.

Selain itu, peran relawan pemadam kebakaran (Redkar) yang tersebar di puluhan ke­lurahan juga dinilai turut ber­kontribusi dalam menekan angka kebakaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Pe­nyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri menambahkan, pihaknya secara rutin mela­kukan sosialisasi menjelang musim mudik Lebaran.

“Seperti tahun-tahun sebe­lum­nya, kami membuat video sosialisasi bagi masyarakat yang akan pulang kampung, agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman,” ujarnya. (bud)

Sumber: