110 Kuota SPPG Belum Terbangun
Ketua Satgas MBG Lebak Amir Hamzah memberikan keterangan, Kamis (29/1). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Ketua Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lebak Amir Hamzah mengaku kuota dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Lebak bertambah.
Awalnya hanya dapur 170 SPPG, hasil pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (MBG) bertambah menjadi 240 Dapur SPPG.
Menurut Amir, saat ini keberadaan dapur SPPG yang sudah Melani baru sekitar 74 dapur, 56 sedang dalam pembangunan. Artinya, kuota dapur SPPG untuk Lebak masih tersedia cukup banyak dan ini menjadi tantangan buat para investor.
"Jadi Sebanyak 110 dapur lagi masih berupa titik dan belum berprogres," kata Amir Hamzah, kepada Tangerang Ekspres, di Rangkasbitung, Kamis (29/1).
Menurut Amir, yang jadi kendala saat ini titik yang sudah ditentukan untuk tempat dapur SPPG sudah ada yang memiliki, namun tidak berprogres. Sehingga, menghambat investor lain untuk ikut mensukseskan program presiden ini, untuk memenuhi kuota yang tersedia di Lebak.
"Kita sebagai satgas hanya bisa menonton saja, karena yang punya kewenangan terkait pembangunan SPPG yakni BGN, banyak investor yang datang ingin membangun dapur SPPG, namun terhambat oleh titik koordinat," ujarnya.
Amir berharap, BGN dapat menghapus titik koordinat tidak berprogres yang dimiliki sejumlah yayasan.
"Dibuka lagi aja link dari BGN untuk penitikan koordinat dapur, agar para investor baru bisa masuk," tuturnya.
Jaenudin, pengelola Dapur SPPG di Lebak menyatakan, hambatan dalam pendirian Dapur SPPG ini bukan hanya pada titik koordinat, melainkan juga pada pegawai SPPG pada bidang ahli gizi yang saat ini susah didapatkan.
"Dapur SPPG saya sudah siap running, tapi karena belum ada ahli gizi, hingga saat ini belum bisa beroperasi," ucapnya. (fad)
Sumber:

