BJB NOVEMBER 2025

Rp47, 7 M untuk 11 Titik Jalan Rusak

Rp47, 7 M untuk 11 Titik Jalan Rusak

Plt Kepala Dinas PUPR Lebak Dade Yan Apriyandi.(A Fadilah/Tangerang EKspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp47,7 miliar untuk menangani 11 ruas jalan kabupaten yang kondisinya rusak. 

Perbaikan ruas jalan kabupaten tersebut akan menggunakan beton cor dan rehabilitasi beton,  dengan titik ruas jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena jadi akses penting. 

Plt Kepala Dinas PUPR Lebak Dade Yan Apriyandi mengatakan, seluruh perencanaan kegiatan 11 titik jalan kabupaten tersebut sudah rampung dan tinggal menunggu proses lelang. “Perencanaannya sudah kelar. Targetnya, proses lelang bisa dipercepat, bahkan diupayakan sebelum Ramadan sudah ada kontrak pekerjaan,” kata Dade, kepada Tangerang Ekspres, Kamis (29/1). 

Menurutnya, pelaksanaan fisik proyek ditarget  mulai Maret hingga April 2026. Pemilihan konstruksi beton dilakukan karena kondisi jalan hotmix di sejumlah titik dinilai tidak lagi efektif dan cepat rusak. ”Memang biaya anggarannya membengkak, tapi kualitas beton cor sangat baik dan sudah teruji,” ujarnya.

Dari total anggaran Rp47,7 miliar tersebut, terdapat ruas jalan dengan nilai anggaran cukup besar, terutama di wilayah perkotaan dan jalur penghubung antar wilayah.

Beberapa ruas strategis yang akan ditangani antara lain, Rangkasbitung – Gajrug, sepanjang 3,5 kilometer dengan anggaran Rp11,6 miliar untuk rehabilitasi beton. Rangkasbitung – Sajir sepanjang 1,8 kilometer dengan nilai Rp11,3 miliar. Leuwidamar – Pasar Kupa, akses menuju kawasan wisata Baduy, sepanjang 1,87 kilometer dengan anggaran Rp6,6 miliar. ”Selain itu, ruas jalan di wilayah selatan dan pedesaan juga masuk daftar penanganan, seperti Jampang–Muncang, Kadubitung–Bujal, hingga Palayangan–Mekarjaya yang nilai anggaran dan panjang jalannya berbeda-beda,” paparnya.

Hamdan Soleh, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lebak menyatakan, hampir seluruh ruas jalan yang masuk rencana penanganan saat ini berada dalam kondisi rusak dan berlubang. “Rata-rata kondisinya sudah banyak lubang. Karena itu kita pilih beton agar lebih kuat dan tahan lama,” ungkap dia.(fad)

Sumber: