MBG Bumil dan Balita Belum Optimal
Wakil Ketua Satgas MBG, Yudi Suryadi saat diwawancara oleh Tangerang Ekspres di Puspemkot Serang, Senin (26/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang sejauh ini dinilai berjalan lancar. Namun, sasaran penerima manfaat, khususnya kelompok ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan balita (B3), masih belum optimal dan perlu mendapat perhatian lebih.
Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan rapat koordinasi, sasaran usia sekolah relatif sudah terlayani dengan baik. Sebaliknya, cakupan program bagi kelompok B3 masih perlu ditingkatkan.
“Ke depan, kami ingin MBG lebih difokuskan kepada kelompok B3. Berdasarkan data yang ada, cakupan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih belum maksimal,” kata Yudi, saat diwawancara oleh Tangerang Ekspres, Senin (26/1).
Ia menegaskan, penguatan sasaran B3 penting dalam mendukung upaya penanganan stunting di Kota Serang. Karena itu, Satgas MBG terus mendorong koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar pelaksanaan program lebih diarahkan pada kelompok tersebut.
Saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang tercatat sebanyak 70 unit. Rinciannya, Kecamatan Curug 5 SPPG, Taktakan 8, Serang 24, Cipocok Jaya 15, Kasemen 9, dan Walantaka 9 SPPG. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat SPPG yang masih dalam proses pembentukan.
Meski demikian, masih ada sasaran yang belum menerima MBG akibat keterbatasan SPPG di wilayahnya. Pada awal pelaksanaan, satu SPPG mampu melayani hingga 3.500 sasaran, namun saat ini dibatasi maksimal sekitar 3.000 sasaran sesuai kebijakan pusat.
“Distribusi sasaran ke depan akan kami tata ulang agar tidak hanya berfokus pada kelompok yang mudah dijangkau, seperti sekolah besar. Kelompok B3 justru membutuhkan jangkauan wilayah yang lebih luas,” ujarnya.
Yudi menambahkan, Satgas MBG Kota Serang juga siap membantu percepatan perizinan SPPG, mulai dari aspek kesehatan, lingkungan hidup, hingga sertifikasi halal, bekerja sama dengan perangkat daerah terkait.
Secara wilayah, pelaksanaan MBG telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kota Serang. Namun target seluruh sasaran terlayani masih terkendala proses perizinan dan kebijakan teknis yang menjadi kewenangan MBG Pusat.
“Kami di daerah berupaya semaksimal mungkin agar kelompok rentan stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dapat segera terlayani. Jika kelompok B3 sudah tercover, kami optimistis penurunan angka stunting di Kota Serang akan lebih signifikan,” katanya.
Terkait menu MBG bagi kelompok B3, Yudi menjelaskan secara umum sama dengan sasaran lain, namun terdapat penyesuaian pada porsi dan kandungan gizi. Penentuan tersebut menjadi kewenangan ahli gizi di masing-masing SPPG.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan. Setiap sekolah diwajibkan menerapkan standar operasional prosedur (SOP), termasuk pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah sekolah, Nuri menilai kualitas makanan yang disediakan oleh penyedia jasa relatif baik dan telah memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan siswa. “Dari sekolah yang kami kunjungi, makanan yang disajikan aman dan bergizi. Kondisi ini harus terus dijaga agar tidak menimbulkan keluhan di lapangan,” katanya. (ald)
Sumber:

