BJB NOVEMBER 2025

MBG Bumil dan Balita Belum Optimal

MBG Bumil dan Balita Belum Optimal

Wakil Ketua Satgas MBG, Yudi Suryadi saat diwawancara oleh Tangerang Ekspres di Puspemkot Serang, Senin (26/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pelaksanaan Pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang sejauh ini dinilai berjalan lancar. Na­mun, sasaran penerima man­faat, khususnya kelompok ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan balita (B3), masih belum optimal dan perlu mendapat perhatian lebih.

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi menga­takan berdasarkan hasil peman­tauan lapangan dan rapat koor­dinasi, sasaran usia sekolah re­latif sudah terlayani dengan baik. Sebaliknya, cakupan pro­gram bagi kelompok B3 masih perlu ditingkatkan.

“Ke depan, kami ingin MBG lebih difokuskan kepada kelom­pok B3. Berdasarkan data yang ada, cakupan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih belum maksimal,” kata Yudi, saat diwawancara oleh Tange­rang Ekspres, Senin (26/1).

Ia menegaskan, penguatan sasaran B3 penting dalam men­dukung upaya penanganan stunting di Kota Serang. Karena itu, Satgas MBG terus mendo­rong koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar pelaksanaan program lebih diarahkan pada kelompok tersebut.

Saat ini, jumlah Satuan Pela­yanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang tercatat sebanyak 70 unit. Rinciannya, Kecamatan Curug 5 SPPG, Taktakan 8, Serang 24, Cipocok Jaya 15, Kasemen 9, dan Walantaka 9 SPPG. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat SPPG yang masih dalam proses pembentukan.

Meski demikian, masih ada sasaran yang belum menerima MBG akibat keterbatasan SPPG di wilayahnya. Pada awal pelak­sanaan, satu SPPG mampu melayani hingga 3.500 sasaran, namun saat ini dibatasi maksi­mal sekitar 3.000 sasaran sesuai kebijakan pusat.

“Distribusi sasaran ke depan akan kami tata ulang agar tidak hanya berfokus pada kelompok yang mudah dijangkau, seperti sekolah besar. Kelompok B3 justru membutuhkan jang­kauan wilayah yang lebih luas,” ujar­nya.

Yudi menambahkan, Satgas MBG Kota Serang juga siap membantu percepatan perizinan SPPG, mulai dari aspek kesehatan, lingkungan hidup, hingga sertifikasi halal, bekerja sama dengan perangkat daerah terkait.

Secara wilayah, pelaksanaan MBG telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kota Serang. Namun target seluruh sasaran terlayani masih terken­dala proses perizinan dan ke­bijakan teknis yang menjadi kewenangan MBG Pusat.

“Kami di daerah berupaya semaksimal mungkin agar ke­lom­pok rentan stunting, khu­susnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dapat segera terla­yani. Jika kelompok B3 sudah tercover, kami optimistis penu­runan angka stunting di Kota Serang akan lebih signifikan,” katanya.

Terkait menu MBG bagi ke­lompok B3, Yudi menjelaskan secara umum sama dengan sasaran lain, namun terdapat penyesuaian pada porsi dan kandungan gizi. Penentuan tersebut menjadi kewenangan ahli gizi di masing-masing SPPG.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri me­nga­takan, pihaknya terus mela­kukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk me­mas­tikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan. Setiap sekolah diwajibkan me­ne­rapkan standar operasional prosedur (SOP), termasuk pe­meriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Berdasarkan hasil peman­tauan di sejumlah sekolah, Nuri menilai kualitas makanan yang disediakan oleh penyedia jasa relatif baik dan telah memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan siswa. “Dari sekolah yang kami kunjungi, makanan yang disaji­kan aman dan bergizi. Kondisi ini harus terus dijaga agar tidak menimbulkan keluhan di lapa­ngan,” katanya. (ald)

Sumber: