BJB NOVEMBER 2025

Sepekan Kedepan, Banten akan Dilanda Hujan dan Angin Kencang

Sepekan Kedepan, Banten akan Dilanda Hujan dan Angin Kencang

ALAT PEMANTAU CUACA: Peralatan pemantau cuaca yang ada di BBMKG Wilayah II.(Tri Budi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Sepekan kedepan, hujan lebat disertai angin kencang akan melandan daeran Banten. Berdasarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, hal itu dipengaruhi oleh dinamika atmosfer antara lain, angin monsun asia yang lebih kuat dibanding normalnya.  

Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto mengatakan, peningkatan intensitas hujan di wilayah Provinsi Banten dalam tiga hari terakhir dipengaruhi oleh dinamika atmosfer antara lain, angin monsun asia yang lebih kuat dibanding normalnya, daerah tekanan rendah yang terpantau di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur yang membentuk daerah konvergensi di wilayah Banten. ”Serta kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang relatif labil turut mendukung proses konvektif pada skala lokal,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (12/1).

Hartanto menambahkan, kondisi ini berpengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Banten yang menyebabkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di wilayah Provinsi Banten dalam sepekan kedepan. Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada periode 13 hingga 18 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian Barat dan Selatan, Kabupaten Lebak bagian Selatan. ”Termasuk di Kabupaten Serang bagian Barat dan Timur, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian Barat dan Utara,” tambahnya.

Menghadapi potensi cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. 

Masyarakat diharap melakukan langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir dan mengamankan barang-barang penting.”Percayai informasi resmi dari BMKG dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” tutupnya.

Sementarara itu, hujan yang terjadi sejak Minggu, 11 Januari 2026 hingga Senin, 12 Januari 2026 pagi menyebabkan di delapan kota kabupaten Provinsi banjir. Diantaranya wilayah Kota Tangsel mengalami banjir. Setidaknya ada tiga lokasi terjadi banjir meskipun tinggi air hanya sekitar 30 cm.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan, di wilayahnya terdapat tiga lokasi yang dilaporkan terjadi banjir. ”Ada tiga lokasi ini semuanya berada di Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang,” ujarnya.

Essa menambahkan, lokasi pertama banjir terjadi di Blok F RW 13 Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang dengan ketinggian air sekitar 10-30 cm. Sebanyak 90 kepala keluarga terdapak banjir tersebut. Penyebab banjir adalah intensitas hujan tinggi sehingga air kali meluap ke jalan dan permukiman warga.

Lokasi kedua adalah Perumahan Lembah Pinus RW 24 Kelurahan Pamulang Barat dengan ketinggian air sekitar 10-25 cm. Ada sekitar 80 KK yang terdampak. ”Penyebab banjir adalah intensitas hujan yang cukup lama dan kurang baiknya saluran drainase got di pemukiman warga,” tambahnya.

Lokasi ketiga berada di Jalan Akasia Raya dan Jalan Flamboyan RW 17 Perumahan  Reni Jaya, Kelurahan Pamulang Barat dengan ketinggian air sekitar 10-25 cm. Ada sekitar 40 KK yang terdampak dan penyebab banjir adalah intensitas hujan sehingga air menggenangi akses jalan warga.

”Upaya yang kita lakukan adalah memonitoring dan menyiagakan personel. Alhamdulliah Senin, 12 Januari 2026 siang air berangsur surut,” jelasnya.

Essa mengaku, selain banjir di wilayahnya juga terjadi 2 kasus pohon tumbang. Pertama terjadi di Jalan Raya Tandon Ciater, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong. Pohon tumbang tersebut terjadi Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 06.54 WIB.

”Penyebab pohon tumbang ini adalah hujan deras disertai angin kencang serta batang pohon yang sudah tua. Dampak kejadian tertutupnya akses Jalan Tandon Ciater Raya. Upaya yang kita lakukan adalah mengevakuasi pohon yang menutup akses jalan,” terangnya.

Pohon kedua yang rumbang berada di Jalan Raya RE Marthadinata, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat. Pohon jenis angsana tersebut tumbang akibat hujan dengan intensitas deras dan angin kencang. ”Dampak pohon tumbang ini adalah terjadinya kemacetan arus lalu lintas,” tutupnya.(bud)

Sumber: