BJB NOVEMBER 2025

Royal Baroe Terendam Banjir

Royal Baroe Terendam Banjir

SALURAN AIR: Saluran pembuangan air di BPBD Kabupaten Serang yang membuang menuju kawasan Royal Baroe, Senin (12/1).(Aldi Alpian Indra/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kawasan Royal Baroe, Kota Serang, kembali dilanda banjir usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin (12/1).

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama penyebab banjir berasal dari saluran air milik gedung Damkar dan BPBD Kabupaten Serang yang mengalir langsung ke kawasan Royal Baroe. Selain itu, hasil pengecekan di lapangan juga menemukan adanya tumpukan sampah yang tersangkut di selokan sehingga memperparah genangan. 

“Saluran air dari gedung Damkar dan BPBD Kabupaten Serang mengarah ke kawasan Royal. Ditambah lagi ada sampah yang menyumbat, sehingga aliran air tidak maksimal. Ini akan segera kita bongkar agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan banjir,” ujar Budi.

Ke depan, Pemkot Serang berencana menutup kembali saluran tersebut dan membangun sistem drainase bawah tanah agar aliran air bisa langsung diteruskan ke bawah. Untuk merealisasikan rencana itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang. 

“Karena mereka juga OPD, tentu perlu sinkronisasi antarinstansi supaya penanganannya optimal. Harapannya, jika aset gedung tersebut diserahkan ke Kota Serang, kami bisa membangunnya lebih baik tanpa mengganggu estetika wajah ibu kota,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan banjir di kawasan Royal Baroe dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, curah hujan yang cukup tinggi, kemudian luapan dari Sungai Cibanten serta aliran saluran yang menuju kawasan Royal Baroe yang berada di area cekungan.

“Beberapa lokasi yang sebelumnya jarang banjir seperti Taman Sari dan kawasan BPBD Kabupaten Serang ikut terdampak. Genangan bahkan masuk ke area perkantoran dan ruang kerja,” jelas Iwan.

Ia menyebutkan, kawasan BPBD Kabupaten Serang tidak memiliki sistem drainase pembuangan yang ideal. Akibatnya, untuk meminimalisir genangan, dilakukan pembongkaran jalur air yang tembus ke kawasan Royal Baroe, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi di lapangan.

Selain itu, saluran pembuangan dari Royal Baroe menuju Benggala Mangga Dua juga sudah meluap karena kapasitasnya tidak lagi mampu menampung debit air dari hulu maupun dari kawasan Royal. Kondisi ini menyebabkan aliran air tertunda, sehingga terjadi genangan sementara di Royal Baroe.

“Bukan tersumbat, tapi tertunda. Harusnya aliran lancar, namun karena debit air cukup besar, genangan sempat terjadi. Setelah hujan berhenti dan saluran Mangga Dua kembali lancar, air pun surut,” terangnya.

Terkait fungsi drainase di Royal Baroe, Iwan menegaskan kondisinya masih cukup ideal karena masih memiliki ruang sekitar 15 hingga 20 sentimeter. Namun, derasnya semburan air dari kawasan BPBD membuat pembuangan ke arah Benggala Mangga Dua tidak optimal.

Sebagai langkah evaluasi, Dinas PUPR Kota Serang akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi karena kewenangan normalisasi saluran berada di tingkat provinsi. Untuk jangka pendek, pihaknya akan fokus memperbaiki saluran drainase dari kawasan BPBD Kabupaten Serang agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat hujan lebat.(ald)

Sumber: