Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Super Flu
Pengendara sepeda motor melintas di depan UPT Puskesmas Pondok Benda Pamulang. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG— Dinas Kesehatan Kota Tangsel memastikan tetap mengantisipasi penyakit Super Flu meskipun sampai saat ini tidak ditemukan kasusnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengimbau masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman super flu. Ancaman ini terutama yang berpotensi masuk dari luar negeri.
”Penyakit seperti super flu umumnya merupakan penyakit pendatang yang dibawa oleh pelaku perjalanan internasional. Jadi kita harus waspada kalau ada orang yang yang baru datang dan terutama dari luar negeri,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Selasa (6/1).
Allin menambahkan, super flu secara umum gejalanya mirip seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga badan terasa pegal. Namun, pada beberapa kasus, super flu dapat menyebabkan keluhan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama.
Gejala super flu umumnya muncul secara tiba-tiba, biasanya dalam waktu dua hingga tiga hari setelah terpapar virus.
Keluhannya sepintas mirip dengan flu biasa tapi, dapat terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
”Gejalanya seperti demam tinggi, batuk kering yang tak kunjung sembuh, sakit kepala, pilek, nyeri otot dan pegal-pegal, menggigil, tubuh terasa sangat lelah, nafsu makan menurun dan mata terasa nyeri, berair, atau lebih sensitif terhadap cahaya,” jelasnya.
Wanita berkerudung ini mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap munculnya ancaman Super Flu yang mulai terlaporkan di Indonesia. Meskipun belum ada temuan kasus di Kota Tangsel, seluruh masyarakat diminta untuk menjaga kesehatan fisik dan mental secara seimbang.
”Perkuat imunitas tubuh, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan, istirahat cukup, makan bergizi dan vaksinasi influensa,” tambahnya.
Allin berharap bila kita sakit, tetap berada di rumah dan istirahat, terapkan etika batuk dan pakai masker, serta minum obat anti virus. ”Datang ke fasilitas pelayanan kesehatan bila gejala memburuk lebih dari 3 hari seperti demam tinggi menetap dan sesak nafas,” tutupnya. (bud)
Sumber:

