CKG di Puskesmas Ciater Capai Ribuan Peserta
Kepala UPT Puskesmas Ciater Ucik Hendrawaty. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPT Puskesmas Ciater mendapat respons positif dari masyarakat. Mayoritas warga yang datang berobat maupun berkonsultasi kesehatan bersedia mengikuti pemeriksaan tambahan yang ditawarkan petugas.
Kepala UPT Puskesmas Ciater Ucik Hendrawaty mengatakan, CKG kini tidak lagi berbasis momentum ulang tahun seperti saat awal peluncuran. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja saat masyarakat datang ke Puskesmas.
“Kalau masyarakat datang ke Puskesmas untuk berobat atau mengurus sesuatu, sekalian kami tawarkan CKG. Rata-rata mereka mau karena gratis dan sekalian bisa periksa lengkap,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Jumat (27/2).
Ucik menambahkan, pemeriksaan dalam program CKG cukup menyeluruh, mulai dari pengecekan jantung melalui EKG, pemeriksaan darah laboratorium, hingga pemeriksaan penyakit dalam (IPD). Untuk perempuan, tersedia pula pemeriksaan payudara serta konsultasi kandungan sesuai indikasi medis.
Sebelum memasuki bulan Ramadan, rata-rata peserta CKG mencapai sekitar 70 orang per hari. Namun, selama bulan puasa jumlahnya menurun hingga sekitar 50 persen. “Sekarang memang agak turun karena puasa, tapi tetap berjalan dan tetap melayani,” tambahnya.
Menurutnya, sepanjang 2025 jumlah masyarakat yang memanfaatkan CKG tercatat melampaui target, dengan total peserta lebih dari 14.092 orang, baik dari kalangan masyarakat umum maupun siswa. Sementara sejak 1 Januari hingga 27 Februari 2026, sekitar 3.000 orang telah mengikuti program ini.
Dari hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi dan diabetes melitus (DM). Kedua penyakit tersebut dinilai berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat.
“Kebanyakan hipertensi dan DM. Biasanya setelah diketahui, kami arahkan untuk kontrol rutin tiap enam bulan dan pemeriksaan lanjutan laboratorium,” jelasnya.
Meski jumlah peserta menurun selama Ramadan, pihak Puskesmas memperkirakan kunjungan akan kembali meningkat setelah Lebaran. Program CKG dipastikan tetap berjalan sebagai bagian dari layanan preventif kepada masyarakat.
Tak hanya menyasar masyarakat umum, CKG juga menjangkau anak-anak sekolah melalui sistem jemput bola. Tim medis mendatangi sekolah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar.
“Iya, kalau untuk anak sekolah kami yang datang ke sekolah. Kalau ada indikasi perlu penanganan lebih lanjut, kami sarankan ke Puskesmas,” tuturnya.
Pemeriksaan meliputi pengecekan hemoglobin (HB), tekanan darah, kesehatan jiwa, serta skrining umum lainnya yang disesuaikan dengan kelompok usia siswa. Dari hasil pemeriksaan di sekolah, gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah masalah gigi, terutama gigi berlubang.
“Kalau anak-anak paling banyak masalah gigi, terutama gigi berlubang. Kalau perlu penanganan lebih lanjut, diarahkan datang ke Puskesmas,” ungkapnya.
Pelaksanaan CKG di sekolah menyesuaikan jadwal agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Puskesmas juga melaksanakan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sumber:

