diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Penderita Maag Bisa Puasa, Asal Perhatikan Sinyal Tubuh

Penderita Maag Bisa Puasa, Asal Perhatikan Sinyal Tubuh

Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Puasa menjadi tantangan tersendiri bagi ma­syarakat yang memiliki riwayat penyakit maag atau gas­tro­esophageal reflux disease (GERD). 

Meski demikian, penderita maag tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan strategi yang tepat dan tidak memak­sakan diri.

Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pen­derita maag masih bisa ber­puasa selama kondisinya me­mungkinkan. 

“Kuncinya adalah mende­ngarkan sinyal tubuh. Kapan kita boleh bertahan dan kapan harus mengutamakan kese­lamatan kesehatan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (26/2).

Allin menambahkan, pen­derita maag masih diper­boleh­kan melanjutkan puasa apa­bila hanya merasakan gejala ringan seperti kembung, sen­dawa ringan, atau mual tipis yang hilang setelah ber­istirahat. 

Kondisi tersebut umumnya merupakan proses adaptasi lambung pada jam-jam awal puasa. Namun, ia mengingat­kan agar segera membatalkan puasa apabila muncul gejala berat seperti nyeri hebat di ulu hati, muntah, atau rasa panas terbakar di dada (heart­burn) yang tidak tertahankan.

“Jangan diabaikan jika mun­cul keringat dingin dan pusing. Kesehatan adalah amanah yang harus dijaga,” jelasnya.

Allin juga membagikan tips agar penderita maag tetap bisa menjalankan ibadah pua­sa dengan aman, salah satunya tidak langsung tidur setelah sahur maupun ber­buka. 

“Beri jeda minimal dua jam agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Tetap sehat, tetap semangat ibadah,” tutup­nya. (bud)

Sumber: