BJB FEBRUARI 2026

Ketua RT Diminta Aktif Data Pendatang, Antisipasi Lonjakan Pendatang Pasca-Lebaran

Ketua RT Diminta Aktif Data Pendatang, Antisipasi Lonjakan Pendatang Pasca-Lebaran

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pasca-pera­yaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kota Tangerang kem­bali menghadapi fenomena tahunan berupa arus penda­tang baru dari berbagai da­erah. 

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo me­minta pengurus RT/RW proaktif melakukan pendata­an pendatang baru di ling­kungannya masing-masing. Hal ini guna menjaga kondu­sivitas kota.

Arief mengatakan, penting­nya pendataan para pen­da­tang. Terlebih, kesadaran para pendatang baru untuk melapor kepada pengurus RT dan RW setempat. 

Menurutnya, pendataan di tingkat lingkungan adalah kunci utama monitoring arus kependudukan.

”Saya mengimbau kepada pengurus RT maupun RW melakukan pendataan pen­datang pasca lebaran. Kita juga mendorong seluruh pen­datang baru untuk men­jalankan ketentuan wajib la­por. Ini penting agar kebera­daan mereka benar-benar terdata oleh pimpinan lingku­ngan, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) bisa melakukan pe­metaan dengan baik,” ujar Arief saat dihubungi, Rabu, 26 Maret 2026.

Politisi dari Fraksi PKS ini meminta para pendatang memiliki rencana yang jelas selama berada di Kota Tange­rang, baik untuk menetap secara permanen maupun hanya sementara (transit). Hal ini berkaitan erat dengan pengurusan administrasi ke­pendudukan (Adminduk) yang harus didasari pada ke­jelasan tempat tinggal dan rencana pekerjaan.

Dikatakan Arief, para pe­rantau tanpa rencana dan keterampilan yang jelas ber­potensi menjadi beban sosial atau ”PR baru” bagi peme­rintah daerah. 

”Sebaliknya, bagi mereka yang sudah mantap menetap dan bekerja untuk segera me­ngurus perpindahan KTP dan KK menjadi warga Kota Tangerang. Dengan begitu mereka telah resmi menjadi sebagai warga Kota Tange­rang,” ujarnya.

”Pemkot Tangerang dapat memastikan mereka men­dapatkan hak dasar dan laya­nan publik yang telah dipro­gramkan pemerintah,” sam­bungnya.

Namun demikian, bagi yang belum memiliki rencana ma­tang, ia menekankan pen­tingnya edukasi mengenai kesiapan keterampilan agar kedatangan mereka mem­berikan dampak positif bagi Kita Tangerang.

Arief juga memberikan so­lusi dalam upaya menekan laju urbanisasi yang tidak terkendali. Ia menyarankan Pemkot Tangerang melakukan pemetaan daerah asal pen­datang terbanyak, lalu men­jalin kerja sama produktif dengan daerah-daerah ter­sebut.

”Jika mayoritas pendatang berasal dari daerah sentra pertanian, misalnya penghasil beras, Pemkot Tangerang bi­sa bekerja sama dengan pemerintah daerah tersebut untuk menginisiasi pusat pro­duksi baru di sana,” pa­parnya.

Skema kolaborasi tersebut dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru dengan membuka sentra produksi di daerah asal agar warga setempat agar terserap se­bagai tenaga kerja tanpa harus merantau. Nantinya, hasil produksinya, seperti beras dapat diserap oleh Pemkot Tangerang dengan harga kom­petitif.

”Dengan kolaborasi antar pemerintah daerah setidak­nya Kota Tangerang menda­patkan sumber komoditas murah, sementara daerah asal mendapatkan kepastian pasar dan pengurangan angka pengangguran,” jelasnya.

Sumber: