Ketua RT Diminta Aktif Data Pendatang, Antisipasi Lonjakan Pendatang Pasca-Lebaran
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pasca-perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kota Tangerang kembali menghadapi fenomena tahunan berupa arus pendatang baru dari berbagai daerah.
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo meminta pengurus RT/RW proaktif melakukan pendataan pendatang baru di lingkungannya masing-masing. Hal ini guna menjaga kondusivitas kota.
Arief mengatakan, pentingnya pendataan para pendatang. Terlebih, kesadaran para pendatang baru untuk melapor kepada pengurus RT dan RW setempat.
Menurutnya, pendataan di tingkat lingkungan adalah kunci utama monitoring arus kependudukan.
”Saya mengimbau kepada pengurus RT maupun RW melakukan pendataan pendatang pasca lebaran. Kita juga mendorong seluruh pendatang baru untuk menjalankan ketentuan wajib lapor. Ini penting agar keberadaan mereka benar-benar terdata oleh pimpinan lingkungan, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) bisa melakukan pemetaan dengan baik,” ujar Arief saat dihubungi, Rabu, 26 Maret 2026.
Politisi dari Fraksi PKS ini meminta para pendatang memiliki rencana yang jelas selama berada di Kota Tangerang, baik untuk menetap secara permanen maupun hanya sementara (transit). Hal ini berkaitan erat dengan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) yang harus didasari pada kejelasan tempat tinggal dan rencana pekerjaan.
Dikatakan Arief, para perantau tanpa rencana dan keterampilan yang jelas berpotensi menjadi beban sosial atau ”PR baru” bagi pemerintah daerah.
”Sebaliknya, bagi mereka yang sudah mantap menetap dan bekerja untuk segera mengurus perpindahan KTP dan KK menjadi warga Kota Tangerang. Dengan begitu mereka telah resmi menjadi sebagai warga Kota Tangerang,” ujarnya.
”Pemkot Tangerang dapat memastikan mereka mendapatkan hak dasar dan layanan publik yang telah diprogramkan pemerintah,” sambungnya.
Namun demikian, bagi yang belum memiliki rencana matang, ia menekankan pentingnya edukasi mengenai kesiapan keterampilan agar kedatangan mereka memberikan dampak positif bagi Kita Tangerang.
Arief juga memberikan solusi dalam upaya menekan laju urbanisasi yang tidak terkendali. Ia menyarankan Pemkot Tangerang melakukan pemetaan daerah asal pendatang terbanyak, lalu menjalin kerja sama produktif dengan daerah-daerah tersebut.
”Jika mayoritas pendatang berasal dari daerah sentra pertanian, misalnya penghasil beras, Pemkot Tangerang bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah tersebut untuk menginisiasi pusat produksi baru di sana,” paparnya.
Skema kolaborasi tersebut dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru dengan membuka sentra produksi di daerah asal agar warga setempat agar terserap sebagai tenaga kerja tanpa harus merantau. Nantinya, hasil produksinya, seperti beras dapat diserap oleh Pemkot Tangerang dengan harga kompetitif.
”Dengan kolaborasi antar pemerintah daerah setidaknya Kota Tangerang mendapatkan sumber komoditas murah, sementara daerah asal mendapatkan kepastian pasar dan pengurangan angka pengangguran,” jelasnya.
Sumber:

