Puncak Arus Balik di Prediksi Akhir Pekan
ARUS BALIK: Penumpang arus balik mulai berdatangan di terminal Poris Plawad, Kota Tangerang. Diprediksi, pucaknya akan terjadi akhir pekan.(Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, BANTEN — Gelombang arus balik pasca-libur panjang perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai menunjukkan grafik peningkatan signifikan. Diprediksi, pucaknya akan terjadi akhir pekan.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengungkapkan, puncak arus balik melalui transportasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diprediksi terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026. ”Puncak arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi akhir pekan ini, 28 Maret nanti. Dengan estimasi pergerakan penumpang mencapai 198.387 orang dengan 1.221 pesawat,” ungkap Heru dalam keterangannya, Rabu (26/3).
Sejumlah faktor diperkirakan turut mempengaruhi tingginya aktivitas masyarakat melakukan perjalanan dengan moda transportasi udara tersebut. Mulai dari libur sekolah yang bertepatan sebelum lebaran tiba, meningkatnya jumlah destinasi wisata di sejumlah daerah, hingga situasi perekonomian masyarakat yang terus meningkat hingga penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada sejumlah perusahaan dan instansi pemerintahan dinilai membuat waktu mudik semakin lebih panjang bagi masyarakat.”Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode lebaran,” ujarnya.
Heru juga menyebut, sebanyak 1.983.067 penumpang telah berangkat dan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta hingga tiga hari setelah Hari Raya Lebaran 2026. Jumlah itu didapat saat pergerakan penumpang mulai melonjak yakni sejak Sabtu 14 Maret 2026 lalu.”Berdasarkan data yang kami miliki sementara ini Bandara Soekarno-Hatta telah melayani lebih dari 1,9 juta penumpang sejak periode angkutan lebaran mulai,” ujar Heru.
Menurutnya, jutaan penumpang itu dilayani oleh 13.184 pesawat yang mendarat dan lepas landas dari bandar udara yang berlokasi di Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Angka tersebut dinilai melonjak sebesar 4,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 lalu.
Guna mendukung kelancaran operasional periode arus mudik sampai arus balik, bandar udara yang berlokasi di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, pihaknya mengerahkan 7.832 personel operasional pada berbagai aspek pelayanan, keamanan, dan operasional bandara. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan kondisi operasional normal harian, guna mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang dan pesawat.
Selain itu kesiapan operasional juga telah dilakukan lewat koordinasi lintas stakeholder untuk melakukan berbagai persiapan memastikan kelancaran operasional arus mudik dan balik lebaran.”Kami telah berkomunikasi dengan pihak maskapai, ground handling, serta otoritas terkait dalam mengoptimalkan pengaturan arus penumpang dan fasilitas terminal,” kata Heru.
Dia menambahkan, dalam memastikan keselamatan penerbangan, kolaborasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, Angkasa Pura Indonesia terus dilakukan secara berkala.
Selain itu koordinasi antara stasiun operator penerbangan dan Aiport Operation Control Centre (AOCC) lebih intensif dilakukan demi mengantisipasi keterlambatan pesawat, ketersediaan kru maupun menyampaikan informasi kepada penumpang sesegera mungkin apabila terjadi keterlambatan atau pembatalan penerbangan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di bandara.”Beragam persiapan menyeluruh mulai dari aspek operasional, kesiapan infrastruktur, fasilitas layanan penumpang telah dilakukan selama angkutan lebaran tahun ini,” tutupnya.
Di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, ratusan penumpang pengguna armada bus antar provinsi berdatangan dari dari berbagai wilayah, khususnya dari Pulau Sumatera, dan daerah lainnya.
Kepala Terminal Poris Plawad Kota Tangerang, Alwien Athena mengungkapkan, lonjakan kedatangan armada bus dan penumpang sudah mulai terasa sejak 24 Maret 2026 lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, aktivitas terminal kini didominasi oleh bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang membawa pemudik kembali ke wilayah Tangerang dan sekitarnya. ”Memang lonjakan penumpang yang datang dari luar daerah tiba dalam beberapa hari terakhir, pada 24 Maret terlihat cukup signifikan,” ungkapnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Kamis (26/3).
Alwien mencatat, peningkatan volume kendaraan yang masuk terminal mencapai angka ratusan unit setiap harinya.”Kami mencatat terdapat 175 bus per harinya dengan jumlah penumpang mencapai ribuan orang yang telah berdatangan di Terminal Poris Plawad sejak 24 Maret 2026 lalu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi saat ini masih merupakan awal dari gelombang arus balik. ”Kami terus memantau kondisi di lapangan. Meski belum mencapai puncaknya, ratusan bus sudah datang setiap harinya untuk menurunkan para pemudik yang kembali,” katanya.
Pihaknya memprediksi puncak kedatangan penumpang baru akan terjadi pada akhir pekan ini. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait fleksibilitas kerja bagi para aparatur dan karyawan yakni penerapan sistem kerja WFA yang diberlakukan pemerintah hingga akhir Maret 2026. ”Kami memprediksi data kedatangan bus dan penumpang arus balik akan terus melonjak sampai nanti momentum puncaknya itu diperkirakan pada 28 dan 29 Maret,” jelas Alwien.
Sumber:

