BJB FEBRUARI 2026

Granat Desak Aksi Nyata Berantas Narkoba

Granat Desak Aksi Nyata Berantas Narkoba

TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Peredaran obat-obatan terlarang jenis Tramadol dan Eksimer di kalangan remaja wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, disebut kian memprihatinkan. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Tangerang M. Denny Setiawan menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memutus rantai peredaran barang tersebut.

Denny menyoroti fenomena ”ikut-ikutan” di kalangan remaja yang menjadi pemicu utama penyalahgunaan obat keras. Minimnya pengetahuan akan dampak buruk kesehatan membuat para remaja mudah terjerumus dalam lingkaran pergaulan negatif. Namun, Denny juga tidak menampik adanya kendala di lapangan. Muncul laporan dari masyarakat yang menemukan bukti transaksi tramadol, namun saat petugas tiba di lokasi, tempat tersebut justru ditemukan dalam keadaan nihil atau sepi.

”Hal ini menimbulkan dugaan adanya kebocoran informasi, atau penjual yang sudah waspada karena pengawasan warga,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (12/2).

Untuk mengatasi kendala tersebut, Granat mengimbau masyarakat agar lebih taktis dalam melapor dengan melampirkan bukti foto atau video saat melapor untuk memperkuat data.

Sebagai penutup, Denny berharap seluruh unsur masyarakat dapat bersatu menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi wilayah masing-masing.

”Kita harus saling menjaga dan melaporkan setiap tindakan yang melanggar hukum demi masa depan generasi muda kita di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Rajeg sekaligus penulis buku sejarah setempat Suparji Rustam angkat bicara mengenai fenomena ini.

Menurutnya, masa depan sebagian generasi muda di Rajeg sedang berada di ujung tanduk akibat maraknya penyalahgunaan obat-obatan tersebut.

Rustam, begitu ia akrab disapa, menegaskan meskipun sistem pendidikan sudah mengalami kemajuan pesat, cita-cita mencetak ”Generasi Emas” yang dicanangkan Presiden akan sulit tercapai jika remaja dibiarkan terjerat narkoba.

”Miris sekali, pengguna rata-rata adalah usia remaja. Mereka yang seharusnya menjadi tumpuan harapan malah diracuni. Mereka dibiarkan ’teler’ oleh Tramadol dan Eksimer,” ujar Suparji dengan nada prihatin, Selasa (10/2).

Ia bahkan memberikan peringatan keras bahwa wilayah Rajeg bisa kehilangan bibit-bibit unggulnya.

”Jangan kaget jika ke depan kelak, bibit unggul di Kecamatan Rajeg terenggut oleh ’kebegoan’ akibat pembiaran konsumsi obat-obatan ini,” tambahnya.

Fenomena ini seolah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat. Namun, Suparji menyoroti adanya tembok besar yang menghalangi pemberantasan peredaran obat ilegal ini, mulai dari rasa takut hingga dugaan adanya oknum yang membekingi.

Sumber: