Bazar Sembako Murah Bantu Warga
BAZAR: Pemerintah Kecamatan Sepatan gelar Bazar Sembako Murah GPM untuk ringankan beban warga jelang Ramadan 2026, Kamis (12/2).-Kecamatan Sepatan-Tangerang Ekspres
TANGERANGEKSPRES.ID, SEPATAN — Guna meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau bazar sembako murah.
Kegiatan yang digelar di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sepatan ini menarik antusiasme ratusan warga dari berbagai desa, Kamis (12/2).
Camat Sepatan Aan Ansori menyatakan, inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Terlebih lagi, harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan signifikan saat mendekati momen hari besar keagamaan.
”Kegiatan ini kami selenggarakan untuk meringankan beban masyarakat. Kami berharap bazar sembako murah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama menjelang momen-momen tertentu ketika harga cenderung naik,” ujar Aan Ansori.
Bazar ini menyediakan berbagai bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga tepung terigu dengan harga di bawah harga pasar.
Aan menegaskan, kesuksesan program ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Kecamatan Sepatan dengan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
Menurutnya, sinergi ini memungkinkan ketersediaan stok pangan berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau bagi warga lokal.
”Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Manfaat langsung dari program GPM ini dirasakan oleh para ibu rumah tangga. Misti (50), salah satu warga Desa Karet, menyampaikan rasa syukurnya atas program tersebut.
”Alhamdulillah saya sangat terbantu. Harganya lebih murah dibanding di warung atau pasar, apalagi ini mau menghadapi bulan puasa. Terima kasih Pak Bupati dan Wakil Bupati Tangerang,” ungkap Misti.
Untuk menjaga kelancaran acara, panitia menerapkan sistem antrean yang tertata serta memberlakukan pembatasan jumlah pembelian per orang.
Langkah ini diambil agar seluruh warga yang datang mendapatkan kesempatan yang sama dan distribusi bantuan menjadi lebih merata serta tepat sasaran. (zky)
Sumber:

