Kades Evakuasi Warga Korban Banjir
EVAKUASI: Kades Pasilian H. Abdulatif (paling kiri) turun langsung mengevakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang menggunakan perahu karet, Rabu (28/1).-Pemdes Pasilian For Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Aksi sigap ditunjukkan Kepala Desa Pasilian H. Abdulatif dalam menangani musibah banjir yang merendam pemukiman warga di Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Rabu (28/1), Kades Pasilian turun langsung memimpin proses evakuasi warga menggunakan perahu karet.
Banjir mulai mengepung wilayah Kampung Pasilian Lama sejak Senin sore (26/1). Luapan Sungai Cipasilian dan Sungai Wadas menyebabkan genangan air setinggi betis hingga pangkal paha orang dewasa di RT 02, 03, 04, dan 06.
Dalam proses evakuasi yang berlangsung dramatis, Pemerintah Desa Pasilian memfokuskan penyelamatan pada kelompok rentan, mulai dari balita, anak-anak, hingga lansia.
”Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet agar warga, terutama anak-anak dan lansia, dapat segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” ujar H. Abdulatif di sela-sela kegiatannya menerjang banjir.
Menurut penuturan Leo, salah satu warga terdampak, banjir kali ini tergolong tidak biasa karena cakupan wilayah yang terdampak cukup luas.
”Banjir sudah terjadi sejak Senin sore dan meluas hingga beberapa RT. Ketinggian air cukup menghambat aktivitas kami,” jelasnya.
Selain Desa Pasilian, luapan anak sungai ini juga dilaporkan berdampak pada wilayah tetangga seperti Kampung Bintarok, Kampung Wadas, dan Kampung Kramat di Desa Pagedangan Udik.
Saat ini, warga yang rumahnya terendam cukup dalam telah dialihkan ke beberapa titik pengungsian sementara, di antaranya Taman Baca Masyarakat (TBM) Pasilian dan musala di dataran tinggi.
Tak hanya melakukan evakuasi fisik, Pemerintah Desa Pasilian bersama relawan juga mulai menyalurkan bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di pengungsian.
H. Abdulatif mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif. Warga diminta segera melapor ke aparat desa jika membutuhkan bantuan darurat tambahan. (zky)
Sumber:

