BJB NOVEMBER 2025

370 Rumah Terdampak Luapan Sungai Cipasilian

370 Rumah Terdampak Luapan Sungai Cipasilian

TINJAU BANJIR: Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana meninjau banjir di Desa Legok Sukamaju, Kemiri, Tangerang. Sebanyak 885 jiwa terdampak luapan Sungai Cipasilian. -Polsek Mauk For Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, KEMIRI — Sebanyak 370 rumah di Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, terdampak luapan air Sungai Cipasilian. Saat ini penanganan fokus pada kondisi keamanan serta kesiapan titik-titik pengungsian.

Banjir di Desa Legok Sukamaju ini merendam lima rukun tetangga (RT) di RW 04. Di RT 10 banjir merendam 70 rumah, RT 11 banjir merendam 50 rumah, RT 12 merendam 120 rumah, dan RT 14 merendam 130 rumah.

”Kami telah mendata wilayah terdampak di Desa Legok Sukamaju. Total ada sekitar 370 unit rumah yang terendam air. Sebanyak 885 jiwa terdampak akibat meluapnya Sungai Cipasilian. Saat ini fokus kami adalah memastikan warga di pengungsian dalam keadaan aman,” ujar Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana saat pengecekan lokasi banjir, Minggu (25/1).

Saat meninjau lokasi banjir, Kapolsek didampingi Kepala Desa Legok Sukamaju M. Fathullah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan warga serta kesiapan titik-titik pengungsian.

I Nyoman mengungkapkan, banjir menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 10 sentimeter hingga 40 sentimeter.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa debit air mulai mengalami penurunan sekitar 10 sentimeter pada sore hari. Meski demikian, sejumlah titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga, di antaranya:

Lokasi pengungsian akan ditempatkan di sejumlah titik, di antaranya Kolam Renang Aji Bajuri (Perbatasan Buniayu–Kemiri), musala Kampung Kendayakan, serta rumah-rumah warga yang aman dari banjir. Sedangkan tenda darurat disiapkan di depan pabrik kerupuk.

Selain Desa Legok Sukamaju, pengecekan juga dilakukan di Desa Klebet. Namun, di lokasi tersebut tidak ditemukan rumah warga yang terendam. Banjir di Desa Klebet hanya menggenangi area persawahan akibat luapan Sungai Cimanceuri.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kapolsek Mauk telah berkoordinasi dengan Camat Kemiri dan BPBD Kabupaten Tangerang untuk percepatan penanggulangan banjir.

”Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan BPBD. Penanganan selanjutnya akan diproses melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang guna memastikan bantuan dan solusi jangka pendek segera terealisasi,” tutup Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, personel Polsek Mauk masih terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kenaikan debit air jika hujan kembali turun. (zky)

 

Sumber: