Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Banten hingga Lebaran
Kepala ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy saat diwawancarai di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kota Serang, belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi cukup menjelang arus mudik dan libur Lebaran 2026. Hal ini menjadi perhatian masyarakat di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah yang bisa memicu kekhawatiran krisis energi global.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, mengatakan ketahanan energi di Banten saat ini sangat stabil. Berdasarkan data terbaru, cadangan yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga minggu ke depan.
"Sudah ada rilis resmi dari Pertamina, jadi masyarakat Banten tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM dan LPG," katanya, Rabu (11/3).
Menurutnya, Banten memegang peran krusial sebagai gerbang utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatra. Ari menjamin bahwa ketersediaan BBM tidak hanya difokuskan untuk warga lokal, tetapi juga disiapkan untuk menyambut gelombang pemudik dari arah Sumatra yang melintas.
"Pemudik dari Sumatra yang melintas di Banten juga tetap bisa mengisi BBM, karena stoknya aman," ujarnya.
Maka dari itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian yang berlebihan atau panic buying, karena cadangan energi di Banten dapat mencukupi.
"Yang pasti jangan panic buying, karena cadangan BBM dan LPG masih tersedia hingga sekitar 21 hari ke depan," tuturnya.
Terpisah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjamin keamanan pasokan BBM dan LPG serta kelancaran distribusi untuk wilayah Provinsi Banten, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Jawa Barat.
Selain itu Pertamina Patra Niaga juga membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) Pengendalian dan Pemantauan Penyaluran Energi masa Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan bahwa stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi aman dan seluruh infrastruktur telah disiagakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi masyarakat.
"ondisi stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Bagian Barat dan sekitarnya berada pada level yang aman. Kami juga telah melakukan build up stok atau penambahan cadangan pasokan energi di sejumlah titik distribusi guna mengantisipasi potensi peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri," katanya.
Ia menuturkan, pihaknya melakukan antisipasi terjadinya peningkatan permintaan dengan mengimplementasikan metode Regular, Alternative dan Emergency (RAE) dalam mengelola rantai pasok dan distribusi BBM dan LPG ke wilayah Jawa Bagian Barat dan sekitarnya, sehingga distribusi BBM dan LPG dapat berlangsung secara normal dan berkelanjutan.
"Pertamina memiliki berbagai langkah mitigasi untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga dan memiliki sistem pengelolaan energi yang saling terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di Kilang, transportasi, hingga pendistribusian ke masyarakat sehingga ketahanan energi tetap terjaga," tuturnya.
Dalam masa Ramadan dan Idul Fitri ini, Satria mengaku bahwa Pertamina menambah layanan ekstra mulai dari SPBU 24 jam hingga menghadirkan Mini Serambi MyPertamina di 9 titik SPBU yang ramai dilalui oleh pemudik.
Sumber:

