BJB NOVEMBER 2025

Dua Warisan Budaya Dapat Pengakuan Nasional

Dua Warisan Budaya Dapat Pengakuan Nasional

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri menerima sertifikat dan SK Wali Kota Serang penetapan cagar budaya, di halaman Puspemkot Serang, Senin (19/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Upaya pelestarian budaya di Kota Serang kembali membuahkan hasil. Kesenian tradisional Terbang Gede kini resmi menyandang status Warisan Budaya Tak Benda (WB­Tb) Indonesia, sementara Mu­seum Sepeda Pramuka Ke­­liling Dunia berhasil tercatat secara nasional oleh Kemen­terian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pengakuan tersebut disam­paikan Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi usai apel pada Senin, (19/1). Menurutnya, capaian ini men­jadi bukti nyata komitmen daerah dalam memajukan sekaligus melindungi kekayaan budaya lokal.

Yudi menjelaskan, penetapan Terbang Gede sebagai WBTb telah dilakukan Kementerian Kebudayaan pada 15 Desember 2025. Sementara itu, Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia resmi teregistrasi seba­gai cagar budaya nasional pada 7 Januari 2026.

Ia menilai, pengakuan terse­but bukan sekadar prestasi administratif, tetapi juga ama­nah besar bagi seluruh elemen daerah. Dengan diserahkannya sertifikat dan surat keputusan wali kota, diharapkan kesa­daran kolektif untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya semakin menguat.

“Capaian ini menjadi kebang­gaan bersama sekaligus tang­gung jawab bersama dalam merawat identitas budaya Kota Serang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menyebut pengakuan nasional terhadap Terbang Gede dan Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia menunjukkan kekayaan karakter budaya Kota Serang yang beragam dan bernilai historis tinggi.

Ia menuturkan, Terbang Gede bukan hanya sebuah karya seni tradisional, tetapi juga menyimpan spirit sejarah yang berakar kuat dalam perjalanan dakwah Islam di masa lalu. Nilai-nilai tersebut hingga kini masih relevan dan menjadi penguat syiar keislaman sekaligus pembangunan karakter masyarakat. 

"Benda ini adalah sebuah karya yang bukan hanya warisannya, tapi spiritnya yang dulu memiliki akar sejarah menjadi pemantik ajaran Islam dalam dakwah-dakwahnya," ujarnya.

Nuri menambahkan, pembangunan Kota Serang ke depan diarahkan agar tetap berpijak pada tradisi dan budaya lokal. Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh memutus hubungan dengan akar sejarah dan kearifan lokal yang telah membentuk identitas kota.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemkot Serang untuk terus mengembangkan dan melindungi seluruh warisan budaya sebagai bagian dari modal pembangunan. Upaya ini sejalan dengan visi Wali Kota Serang, Budi Rustandi, dalam mewujudkan kota yang maju, masyarakat yang sejahtera, serta pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai tradisi dan budaya. (ald)

Sumber: