Momentum HKBN Dorong Ekonomi Banten
Kepala KPw BI Banten, Ameriza M Moesa memaparkan materi dalam Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026, di Cafe Cattaleya, Kota Serang, Kamis (7/5).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kinerja ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I 2026, tumbuh sebesar 5,64 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,61% (yoy).
Pertumbuhan ini didorong dengan oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nyepi, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat, khususnya pada sektor makanan dan minuman, transportasi, pariwisata, dan akomodasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten, Ameriza M Moesa, dalam Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026, di Cafe Cattaleya, Kota Serang, Kamis (7/5).
Ameriza mengatakan, ekonomi Banten terus menunjukkan pertumbuhan meski di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia. Khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada peningkatan harga energi, terganggunya rantai pasok global, serta perlambatan perdagangan internasional.
"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertanian, transportasi dan pergudangan, perdagangan besar dan eceran, serta sektor akomodasi dan makan minum. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, akselerasi investasi, dan konsumsi pemerintah," katanya kepada awak media.
Bank Indonesia mencatat bahwa konsumsi rumah tangga di Banten pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,92 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,45 persen (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh momentum HBKN Nyepi, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri serta pencairan THR yang meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat, khususnya pada sektor makanan dan minuman, transportasi, pariwisata, dan akomodasi.
"Ekonomi Provinsi Banten juga tetap solid pada Triwulan I 2026, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,64% (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,61% (yoy)," jelasnya.
Selain itu, kata Ameriza, investasi di Provinsi Banten juga menunjukkan perkembangan positif. Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp34,36 triliun atau tumbuh sebesar 10,6 persen (yoy), sehingga menempatkan Banten sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
"Pertumbuhan investasi tersebut ditopang oleh pengembangan proyek strategis nasional, kawasan industri, serta meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Banten," ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan, Agus Sumirat, mengatakan stabilitas sektor perbankan di Provinsi Banten tetap terjaga. Intermediasi perbankan terus tumbuh dengan kredit lokasi proyek meningkat sebesar 4,68% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,83% (yoy).
"Hal ini mencerminkan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha," katanya.
Dari sisi digitalisasi sistem pembayaran, pada Triwulan I 2026, volume transaksi QRIS tumbuh sebesar 68,78% (yoy) dan nominal transaksi meningkat sebesar 70,72% (yoy), didukung oleh jumlah pengguna QRIS yang meningkat sebesar 9,63% (yoy).
Kinerja tersebut semakin memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbesar kelima secara nasional dengan pangsa sebesar 5,54%. Selain itu, jumlah merchant QRIS di Banten juga menempati posisi terbesar kelima secara nasional dengan pangsa sebesar 6,20% (mam)
Sumber:
