BJB FEBRUARI 2026

Pemkot Tangsel Siapkan Program Intervensi Ekonomi, Konflik AS-Iran Picu Inflasi

Pemkot Tangsel Siapkan Program Intervensi Ekonomi, Konflik AS-Iran Picu Inflasi

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Pemkot Tangsel berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah gejolak konflik geopolitik glo­bal yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan pangan. Stabilitasi ekonomi juga dilakukan pasca libur Idul Fitri 2026.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya mengantisipasi dampak ter­sebut dengan mempercepat realisasi belanja daerah serta menggencarkan berbagai pro­gram intervensi ekonomi.

“Termasuk menggencarkan berbagai program intervensi untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah an­caman inflasi, terutama setelah Idul Fitri 2026,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 26 Maret 2026.

Pria yang biasa disapa Pak Ben ini menambahkan, perce­patan belanja daerah menjadi salah satu kunci dalam men­jaga konsumsi masyarakat tetap stabil. Seluruh penge­luaran pemerintah diarahkan agar tepat sasaran dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami berusaha tetap men­jaga konsumsi dalam negeri. Jadi, semua belanja pemda ini dikeluarkan secara tepat dan dalam waktu yang cepat,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga telah melakukan berbagai langkah intervensi sejak awal hingga pertengahan Ramadan 2026. Di antaranya melalui penyelenggaraan bazar murah dan program stabilisasi harga di tujuh kecamatan.

Tak hanya itu, penyaluran zakat, infak, dan sedekah me­lalui masjid-masjid juga turut digencarkan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.

“Ini salah satu strategi kita secara ekonomi dan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Pak Ben menuturkan, pihak­nya terus mencermati perkem­bangan konflik global, khusus­nya ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi ber­dampak pada distribusi ba­rang dan ketersediaan energi.

“Gejolak tersebut bisa ber­dam­pak pada kelangkaan mi­nyak dan distribusi barang, sehingga berimbas pada inflasi di daerah,” tuturnya.

Mantan Wakil Wali Kota Tang­sel ini mengungkapkan, pihaknya akan terus meman­tau situasi global serta me­nyiapkan langkah antisipatif agar dampaknya terhadap masyarakat dapat dimini­malisir.

“Kami terus mencermati per­kembangan dan dam­pak­nya terhadap harga-harga kebutuhan pokok di Tangsel,” tutupnya. (bud)

Sumber: