Cek Gas dan Listrik Sebelum Mudik, Langkah Antisipasi Kebakaraan Saat Mudik Lebaran
Gedung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel di kawasan Serpong Utara. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONGUTARA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel mengimbau masyarakat memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal mudik lebaran guna mencegah terjadinya kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, pihaknya rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat setiap menjelang musim mudik.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan membuat video sosialisasi kepada masyarakat yang akan pulang kampung. Intinya memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Senin (9/3).
Pria yang biasa disapa Adam ini menambahkan, langkah pertama yang harus dilakukan warga adalah memastikan instalasi gas sudah aman. Regulator kompor gas sebaiknya dilepas jika rumah akan ditinggalkan dalam waktu lama.
Selain itu, berbagai peralatan listrik yang masih terhubung dengan arus listrik juga sebaiknya dicabut untuk menghindari potensi korsleting. “Colokan listrik seperti kulkas, televisi, dan peralatan elektronik lainnya sebaiknya dicabut. Apalagi kalau peralatannya sudah tua, harus dicek atau diganti dulu sebelum ditinggal,” tambahnya.
Adam juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan lampu yang memiliki standar Badan Standardisasi Nasional (SNI) jika ingin menyalakan lampu rumah selama ditinggal mudik.
Menurutnya, lampu non-standar berpotensi menimbulkan kerusakan bahkan meledak jika dinyalakan terus menerus dalam waktu lama.
“Kalau lampu mau ditinggal menyala selama seminggu misalnya, gunakan lampu yang ber-SNI. Jangan lampu yang sembarangan karena berisiko meledak atau menyebabkan percikan api,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan lampu berkualitas menjadi penting karena banyak masyarakat cenderung memilih lampu murah tanpa memperhatikan standar keamanan. Selain memastikan keamanan instalasi listrik dan gas, warga juga disarankan menitipkan kunci rumah kepada orang yang dipercaya, seperti tetangga atau ketua RT.
Langkah ini dinilai penting agar rumah tetap dapat dipantau selama pemiliknya mudik. “Kalau terjadi sesuatu, misalnya kebakaran di rumah sebelah, tetangga atau RT yang memegang kunci bisa membantu mengamankan barang-barang di dalam rumah,” tuturnya.
Adam berharap, melalui sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara rutin, potensi kebakaran saat musim mudik dapat ditekan. “Tujuan kami melalui pencegahan, sosialisasi, edukasi, dan inspeksi adalah bagaimana mengurangi risiko terjadinya kebakaran,” tutupnya. (bud)
Sumber:

