SMPN 5 Solear Gelar Kajian Keagamaan Selama Ramadan
KAJIAN AGAMA: Siswa perempuan SMPN 5 Solear saat melakukan kajian keagamaan yang dilakukan di halaman sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Suasana Ramadan dimanfaatkan para siswi SMPN 5 Solear untuk memperdalam pemahaman keagamaan melalui kegiatan kajian Islam yang dilakukan secara berkelompok. Kegiatan tersebut diikuti khusus oleh siswa perempuan dan menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter religius selama Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswi melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, hingga berdiskusi mengenai berbagai pengetahuan agama. Diskusi dilakukan secara berkelompok sehingga setiap siswi dapat saling berbagi pemahaman serta memperdalam ilmu agama yang dimiliki.
Kepala SMPN 5 Solear Dadang Sulastowo mengatakan, kegiatan kajian keagamaan tersebut sengaja difokuskan untuk siswa perempuan. Ini agar mereka memiliki ruang belajar yang lebih nyaman dan kondusif dalam mendalami nilai-nilai keislaman.
“Kegiatan kajian keagamaan ini kami dorong agar para siswi dapat memanfaatkan bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif. Mereka tidak hanya menjalankan ibadah seperti salat berjamaah dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar berdiskusi mengenai ilmu agama yang mereka pahami,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (9/3).
Menurutnya, metode diskusi kelompok membuat para siswi lebih aktif dalam menyampaikan pendapat serta melatih keberanian mereka dalam berbicara di depan teman-temannya.
“Kami melihat para siswi sangat antusias. Mereka saling berbagi pengetahuan tentang keagamaan, kemudian mendiskusikannya bersama teman-teman. Hal ini tentu sangat baik untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan mereka,” katanya.
Ia juga menambahkan, kegiatan yang diikuti khusus oleh siswa perempuan ini memberikan suasana belajar yang lebih fokus sehingga para siswi dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
“Kegiatan ini memang diikuti oleh siswa perempuan saja. Tujuannya agar mereka bisa lebih fokus dan leluasa dalam berdiskusi serta memperdalam pemahaman tentang agama,” jelasnya.
Dadang berharap, kegiatan kajian keagamaan tersebut tidak hanya dilakukan selama Ramadan saja, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan positif bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para siswi tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,” tutupnya. (ran)
Sumber:

