Warga Bangun Jalan Beton Secara Swadaya
Warga RW 06 Perumahan Safira, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mengadakan tasyakuran atas pembangunan jalan secara swadaya. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Warga RW 06 Perumahan Safira, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang merampungkan pembangunan jalan beton di lingkungan mereka secara swadaya. Peresmian dilakukan sederhana melalui tasyakuran, Sabtu (28/2) malam.
Pembangunan dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya rusak berat dan berlubang, sehingga mengganggu aktivitas warga. Melalui gotong royong serta iuran sukarela, warga RT 04 dan RT 05 akhirnya merealisasikan betonisasi jalan yang menjadi akses utama di lingkungan tersebut.
Ketua RW 06, Ardi, menjelaskan, jalan yang dibeton memiliki panjang 30 meter dan lebar 5 meter, dengan total luas 150 meter persegi. Awalnya, perbaikan direncanakan menggunakan dana kas RW. Namun, karena anggaran terbatas dan belum adanya bantuan dari pemerintah daerah, pengurus bersama tokoh masyarakat sepakat menghimpun partisipasi warga.
“Kondisinya sudah cukup parah dan mengganggu. Karena kas RW terbatas serta bantuan dari Pemkot belum tersedia, akhirnya kami berinisiatif swadaya,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian warga terhadap fasilitas lingkungan. Dengan terlibat langsung, masyarakat diharapkan ikut menjaga dan merawat jalan agar lebih tahan lama.
Tasyakuran yang digelar usai salat tarawih itu turut dihadiri Anggota Komisi III DPRD Kota Serang dari Fraksi PKS, Juhri. Ia mengapresiasi kekompakan warga yang mampu menyelesaikan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran infrastruktur daerah.
“Anggaran infrastruktur Kota Serang saat ini memang terbatas. Swadaya menjadi solusi cepat untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia meminta Pemkot Serang tetap memberi perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di Perumahan Safira. Juhri mengaku telah mengusulkan sejumlah program melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan sejak Musrenbang 2025, termasuk pembangunan tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan tersebut.
“Saya sudah mengusulkan pembangunan TPU di Safira sejak 2025, namun belum terealisasi pada 2026. Insyaallah akan terus kami dorong agar dapat dianggarkan pada 2027,” ujarnya.
Usai betonisasi jalan, warga besama Juhri berencana melanjutkan perbaikan fasilitas TPU, meliputi pembangunan pagar serta akses jalan menuju lahan makam baru. Sambil menunggu realisasi anggaran pemerintah, warga membuka kemungkinan kembali melakukan swadaya agar fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan.
Pembangunan jalan beton tersebut menelan biaya belasan juta rupiah dan seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. (ald)
Sumber:

