BJB NOVEMBER 2025

Selama 2025, Kemenag Tangsel Layani 6.179 Pernikahan

Selama 2025, Kemenag Tangsel Layani 6.179 Pernikahan

Grafik jumlah pernikahan di Kota Tangsel selama 2025. -Kemenag Tangsel For Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Kantor Kemen­terian Agama (Kemenag) Kota Tangsel mencatat telah me­layani sebanyak 6.179 perni­kahan sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut menurun di­bandingkan pada 2024 yang mencapai 6.310 pernikahan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Ahmad Rifaudin mengatakan, jumlah tersebut mencakup pernika­han yang dilaksanakan di kan­tor Kantor Urusan Agama (KUA) sebesar 23 persen mau­pun di luar kantor sebesar 77 persen.

“Selama tahun 2025, Keme­nag Tangsel telah melayani 6.179 pernikahan. Dari jumlah tersebut, ada yang dilaksana­kan di kantor KUA dan ada juga yang di luar kantor,” ujar­nya kepada TANGERANGEKSPRES.ID Selasa (3/2).

Ahmad menambahkan, ri­bu­an pernikahan tersebut tersebar di tujuh kecamatan se-Kota Tangsel. Rinciannya, Kecamatan Ciputat sebanyak 999 pernikahan, Ciputat Timur 698 pernikahan, Pamulang 1.256 pernikahan, Pondok Aren 1.503 pernikahan, Ser­pong 690 pernikahan, Serpong Utara 598 pernikahan dan Setu 435 pernikahan.

“Paling banyak di Kecamatan Pondok Aren, dengan total 1.503 pernikahan sepanjang 2025,” tambahnya.

Menurutnya, tren pernikahan di Kota Tangsel masih didomi­nasi pelaksanaan akad nikah di luar kantor KUA, seperti di rumah, hotel, atau gedung tempat resepsi digelar. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pernikahan yang dilaksanakan di kantor KUA.

“Layanan nikah di luar kan­tor umumnya dilakukan di luar jam kerja, terutama pada hari Sabtu dan Minggu,” je­lasnya.

Untuk mendukung layanan tersebut, Kemenag Tangsel saat ini memiliki 25 orang penghulu yang tersebar di 7 KUA kecamatan, yakni Ciputat 4 orang, Ciputat Timur 3 orang, Pamulang 5 orang, Pondok Aren 5 orang, Serpong 3 orang, Serpong Utara 3 orang, dan Setu 2 orang.

Selain itu, terdapat 27 penyu­luh agama Islam, dengan rin­cian Ciputat 3 orang, Cipu­tat Timur 5 orang, Pamulang 3 orang, Pondok Aren 5 orang, Serpong 4 orang, Serpong Uta­ra 4 orang, dan Setu 3 orang.

Ahmad menambahkan, un­tuk layanan nikah di luar kan­tor KUA dikenakan Pene­rimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp600 ribu yang disetor ke negara. Semen­tara itu, layanan nikah di kan­tor KUA tidak dipungut biaya alias gratis.

“Di Kota Tangsel, faktor geng­si masyarakat masih cu­kup tinggi sehingga lebih me­milih menikah di luar kan­tor KUA. Namun, kini su­dah mulai ada perubahan karena banyak kantor KUA yang sudah direvitalisasi dan dibuat nyaman,” terangnya.

Menurutnya, masyarakat yang hanya melaksanakan akad nikah tanpa resepsi mulai memanfaatkan fasilitas KUA. Sementara pasangan yang langsung menggelar resepsi umumnya tetap memilih akad nikah di rumah atau gedung.

“Kesan sakral pernikahan yang dianggap sekali seumur hidup masih menjadi pertim­bangan utama,” tuturnya.

Ahmad mengungkapkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Dinas Kepen­dudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel untuk percepatan perubahan status kependudukan pasa­ngan pengantin.

Sumber: