Selama 2025 Terjadi 648 Kasus DBD
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendallin Mahdaniar.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Terutama saat musim penghujan seperti saat dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendallin Mahdaniar mengatakan, selain menerapkan PHBS bisa dilakukan dengan menerapkan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik). Setiap rumah dapat memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk tanpa menunggu kader atau petugas yang datang.
”Ini salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah DBD,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (21/6).
Allin menambahkan, pada 2025 di wilayahnya terjadi 648 kasus DBD, pada 2024 terjadi 754 kasus, pada 2023 terjadi 420 kasus dan 2022 terjadi 756 kasus DBD. Sedangkan dari 1-11 Januari 2026 telah terjadi 11 kasus DBD.
Pihaknya bersyukur meskipun kasus DBD tinggi namun, tida ada yang menyebabkan kematian. Sebagai upaya pengendalian DBD pihaknya melakukan pencegahan dan pemutusan rantai penularan dengan melakukan berbagai program.
Mulai dari pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang yang berpotensi tempat nyamuk aedes aegypti (3M).
”Yang tidak kalah penting adalah dengan program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, serta penyemprotan fogging di wilayah terjadi penularan,” tambahnya.
Menurutnya, pemutusan rantai penularan DBD ini perlu kolaborasi dan komitmen kita semua, pemerintah dan juga masyarakat. ”Cara paling mudah seperti menguras, mendaur ulang dan menghindari gigitan nyamuk. Serta menjadi penggerak Gerakan 1 rumah 1 jumantik di rumahnya masing-masing,” jelasnya.
Wanita berkerudung tersebut mengaku, penyakit DBD bisa menyerang siapa saja namun, kembali lagi kepada kekebalan tubuh masing-masing. “Selain melakukan PSN kita juga harus menjaga kekebalan tubuh kita agar tetap baik, makan makanan bergizi, olahraga, perilaku hidup dan sehat,” ungkapnya.
“Berdasarkan penyelidikan, pada saat pemeriksaan dirumah dan ditemukan jentik maka diasumsukan orang ini kena DBD di rumah. Kalau tidak ada jentik di rumah kemungkinan kena di luar baik tempat kerja dan lainnya,” tutupnya. (bud)
Sumber:

