BJB NOVEMBER 2025

100 Warga Ditargetkan Bekerja ke Jepang

100 Warga Ditargetkan Bekerja ke Jepang

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia saat menerima silaturahmi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kokusai Jinzai Support (KJS) di Puspemkot Serang, Selasa (3/2). (PEMKOT SERANG FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan 100 warga Kota Serang dapat diberangkatkan untuk bekerja ke Jepang pada 2026. Target tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi dan pe­nguatan kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kokusai Jinzai Support (KJS), di Puspemkot Serang, Selasa (3/2).

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan Pemkot berkomitmen membuka akses kerja luar negeri bagi masya­rakat, khususnya ke Jepang. 

“Tahun ini kami menargetkan minimal 100 warga Kota Serang dapat diberangkatkan untuk bekerja di Jepang,” ujar Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis.

Ia menyebut, kerja sama de­ngan KJS telah berjalan hampir empat tahun. Dengan pe­nga­laman tersebut, Pemkot op­timistis target pemberangkatan tahun ini bisa tercapai.

Direktur LPK KJS, Dita Widya Oktavia, menjelaskan saat ini kebutuhan tenaga kerja di Je­pang didominasi sektor per­tanian, caregiver (perawat lan­­sia), otomotif, serta ground handling di bandara. Namun, permintaan terbesar berada di sektor caregiver dan per­tanian.

Untuk bisa bekerja di Jepang, calon pekerja wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang minimal level 4 dari lima level yang tersedia. Selain itu, peserta juga harus me­ngantongi sertifikat Specific Skill Worker sesuai bidang yang dilamar. Sertifikasi ter­sebut diterbitkan oleh Japan Foundation.

“Dukungan pemerintah me­liputi proses rekrutmen, so­sialisasi, hingga kerja sama teknis lainnya,” kata Dita.

Ia menambahkan, rata-rata gaji pekerja migran di Jepang sekitar Rp27 juta per bulan, tergantung sektor pekerjaan. Untuk caregiver umumnya berada di bawah angka terse­but, sedangkan beberapa posisi lain bisa mencapai atau me­lebihi nominal itu.

Lebih lanjut, Dita men­jelaskan bahwa saat ini pela­tihan masih dilaksanakan di Tangerang Selatan. Namun, tahun ini KJS mengupayakan agar pelatihan dapat digelar langsung di Kota Serang.

Selama empat tahun kerja sama, lebih dari 40 hingga 50 warga Kota Serang telah dibe­rangkatkan ke Jepang. Para peserta dibekali kemampuan bahasa, keterampilan teknis sesuai bidang kerja, serta pembentukan karakter dan budaya kerja Jepang dengan sistem disiplin di asrama. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, menegaskan du­kungan penuh Pemkot terha­dap program tersebut.

“Kami juga mencoba meng­gandeng lembaga-lembaga filantropi untuk membantu pembiayaan, mulai dari biaya pelatihan hingga pem­berang­katan,” kata Nafis.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan perbankan terkait skema pem­biayaan melalui Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indo­nesia (KUR PMI) yang tersedia di sejumlah bank Himbara maupun bank daerah.

“Kami juga sudah berkoor­dinasi dengan Baznas Kota Serang untuk kemungkinan dukungan pembiayaan pela­tihan dan pemberangkatan,” ujarnya.

Sumber: